Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Trik Kecanduan Belajar! Ini Alasan Biologis Kenapa Belajar Terasa Berat dan Cara Mengatasinya

M Robit Bilhaq • Jumat, 1 Mei 2026 | 18:18 WIB
Ilustrasi anak anak yang sedang belajar. (Jawapos.com)
Ilustrasi anak anak yang sedang belajar. (Jawapos.com)

RADARTUBAN - Banyak orang menganggap kemalasan saat belajar sebagai kurangnya kemauan diri, padahal masalah utamanya biasanya terletak pada aspek biologis yang tidak terlihat. 
 
Melalui ulasan mengenai Dopamine Loading Method, mengungkapkan bahwa dopamin bukan sekadar pengatur suasana hati, tetapi adalah variabel penentu semangat manusia dalam bertindak.

Berdasarkan jurnal penelitian tahun 2025, bagi seseorang dengan dopamin yang rendah akan merasakan tugas-tugas sederhana terasa sangat berat. 

Baca Juga: Prokrastinasi Gen Z: Bukan Malas, tapi Masalah Pengelolaan Emosi

Sebaliknya, saat otak memiliki ekspektasi terhadap sebuah "hadiah" atau penyelesaian masalah di masa depan, dopamin akan meningkatkan dengan drastis.

Yang menjadi masalah yaitu gaya hidup modern dengan hiburan instan (seperti scrolling media sosial) menyebabkan dosis dopamin tinggi.

Tingginya dosis dopamin menyebabkan aktivitas belajar yang tidak memberikan kepuasan instan menjadi terasa sangat membosankan.

Untuk mengatasi hal tersebut dan meningkatkan kecanduan belajar, terdapat protokol khusus bernama Dopamine Loading Method yang terdiri dari beberapa tahap:

1. Detoksifikasi (1 Jam Sebelum Belajar)

Pastikan untuk menjauh dari ponsel dan hiburan instan lainnya.

Hal tersebut bertujuan agar jalur reseptor dopamin tidak tersumbat oleh stimulasi berlebih.

2. Aktivasi Baseline (Mengisi Tangki Dopamin)

Untuk meningkatkan aktivasi dopamin dasar selama tiga jam ke depan, lakukan aktivitas alami seperti mandi air dingin dan olahraga ringan selama beberapa menit 

3. Eksekusi Bertahap

Jangan langsung menargetkan waktu belajar yang lama karena akan memicu munculnya hormon stres (kortisol) yang justru menurunkan dopamin. 

Mulai dengan komitmen kecil, seperti "hanya 2 menit saja", untuk memicu keinginan otak menyelesaikan tugas tersebut.

4. Hadiah Acak (Variable Reward)

Kunci agar otak ketagihan belajar yaitu dengan tidak memberikan hadiah secara langsung setelah selesai. 

Gunakan metode acak, seperti melempar koin, untuk menentukan apakah Anda berhak mendapatkan hadiah atau tidak. 

Ketidakpastian tersebut secara biologis akan memicu lonjakan dopamin tertinggi.

Dengan menerapkan metode metode tersebut, seseorang tidak lagi bergantung pada motivasi dari luar, melainkan menciptakan sendiri kondisi biologis sehingga motivasi dan semangat belajar tetap terjaga secara konsisten. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#kemalasan #dopamine loading method #semangat belajar #dopamin