Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Andre Rosiade Soroti Regulasi Liga 4 Nasional, Sumbar Dinilai Diperlakukan Tidak Adil

Tulus Widodo • Jumat, 15 Mei 2026 | 15:55 WIB
Andre Rosiade Pertanyakan Regulasi Liga 4. (Dok. Partai Gerindra)
Andre Rosiade Pertanyakan Regulasi Liga 4. (Dok. Partai Gerindra)

RADARTUBAN - Polemik penentuan peserta Liga 4 Nasional mulai memanas. Kali ini, kritik keras datang dari tokoh bola asal Sumatra Barat, Andre Rosiade yang mempertanyakan transparansi regulasi PSSI terkait penentuan kuota tim dari tiap provinsi menuju putaran nasional.

Pernyataan itu muncul setelah Sumatra Barat hanya mendapatkan satu slot menuju Liga 4 Nasional, meski jumlah peserta kompetisi daerah dinilai cukup kompetitif.

Andre menilai ada ketimpangan yang sulit diterima dalam mekanisme penentuan kuota tersebut.

Baca Juga: PSSI Umumkan Klub Lolos Lisensi AFC 2025/2026, Persib hingga Persebaya Masuk Daftar Resmi

Andre Rosiade Pertanyakan Dasar Regulasi

Dalam pernyataan resminya, Andre secara terbuka menyoroti ketidakjelasan sistem yang digunakan PSSI pusat.

“Saya mempertanyakan kejelasan dari regulasi kepada PSSI pusat terkait dasar penentuan syarat tim yang lolos ke Liga 4 nasional, dikarenakan saya melihat sesuatu yang tidak fair dalam penentuan itu," ujar Andre Rosiade.

"Bagaimana bisa ada tim dengan jumlah laga sedikit bisa langsung lolos ke nasional, sementara tim yang bermain lebih banyak dan sudah sampai final tapi tidak lolos ke nasional? Apa dasarnya?” kata penasihat Semen Padang FC itu.

Pernyataan itu langsung memantik perhatian pecinta sepak bola nasional, terutama di daerah-daerah yang merasa kuotanya tidak proporsional.

Perbandingan Kuota Jadi Sorotan

Andre juga membeberkan data yang menurutnya memperlihatkan ketimpangan distribusi slot antardaerah.

“Data yang saya dapatkan total 27 tim dari Jateng meloloskan 4 tim ke nasional dan 69 tim dari Jatim meloloskan 8 tim, bagaimana bisa 10 tim dari Sumbar hanya meloloskan 1 tim? Bagaimana perhitungannya?” tanya anggota DPR RI dari Partai Gerindra itu.

Perbandingan itu menjadi inti kritik yang kini ramai diperbincangkan di media sosial dan komunitas sepak bola daerah.

Desak PSSI dan Asprov Sumbar Bergerak

Tak hanya meminta klarifikasi dari PSSI pusat, Andre juga mendesak Asprov PSSI Sumbar ikut memperjuangkan tambahan slot bagi wakil Sumatra Barat.

Menurutnya, transparansi regulasi sangat penting agar kompetisi amatir nasional tidak kehilangan kepercayaan publik.

Kasus ini kembali memperlihatkan persoalan klasik sepak bola Indonesia: regulasi yang sering dianggap belum tersosialisasi secara terbuka dan merata.

Kini publik menunggu langkah PSSI. Sebab jika polemik ini tidak segera dijelaskan secara rinci, kontroversi Liga 4 Nasional berpotensi semakin melebar. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#liga 4 nasional #Sumatra barat #andre rosiade #PSSI