Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Mahalnya Biaya Hidup Membuat Definisi Kaya Mulai Berubah

M. Afiqul Adib • Selasa, 9 Juni 2026 | 15:10 WIB
biaya hidup yang semakin tinggi mengubah cara orang mendefinisikan kaya. (Mathieu Stern on Unsplash)
biaya hidup yang semakin tinggi mengubah cara orang mendefinisikan kaya. (Mathieu Stern on Unsplash)

RADARTUBAN - Dulu kaya identik dengan banyak aset. Rumah besar, mobil mewah, dan tabungan melimpah menjadi simbol kesuksesan. Kekayaan dipandang sebagai sesuatu yang bisa ditunjukkan secara fisik dan sosial.

Ketika stabilitas keuangan menjadi kemewahan, definisi kaya mulai bergeser. Banyak orang kini merasa “kaya” jika mampu hidup tenang tanpa utang, bisa memenuhi kebutuhan keluarga, dan memiliki dana darurat. Stabilitas menjadi lebih berharga daripada sekadar jumlah aset.

Naiknya biaya pendidikan, kesehatan, dan hunian membuat standar hidup semakin berat. Biaya sekolah anak, perawatan medis, dan harga rumah yang terus melambung menjadikan kemampuan membayar kebutuhan dasar saja sudah terasa seperti pencapaian besar.

Baca Juga: Gen Z dan Kekayaan Global: Dari Tahta Konglomerat Lama sampai Mesin Uang Digital

Kaya bukan lagi soal pamer kemewahan. Generasi sekarang lebih menghargai kebebasan finansial: bisa memilih pekerjaan tanpa tekanan, memiliki waktu untuk keluarga, dan tidak selalu khawatir dengan tagihan bulanan.

Perubahan cara generasi muda melihat kesuksesan juga menarik. Mereka lebih menekankan keseimbangan hidup, pengalaman, dan kebebasan waktu. Kaya bukan lagi sekadar soal materi, tetapi juga soal kualitas hidup.

Apa arti “cukup” di tengah biaya hidup yang tinggi? Bagi banyak orang, “cukup” berarti bisa memenuhi kebutuhan tanpa merasa tercekik. Bisa menabung sedikit, berlibur sesekali, dan tetap memiliki ruang untuk menikmati hidup sederhana.

Kesadaran ini membuat banyak orang lebih fokus pada pengelolaan keuangan daripada sekadar mengejar simbol kemewahan.(*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#kekayaan #kaya #kesuksesan #aset #finansial