Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Mengenal Apa itu Social Jealousy: Ketika Hidup Orang Lain Terlihat Lebih Berkilau

Shafa Dina Hayuning Mentari • Senin, 15 Juni 2026 | 17:02 WIB
Melihat unggahan kesuksesan, liburan, atau pencapaian teman bisa memicu social jealousy, ketahui penyebab dan dampaknya bagi kesehatan mental. (RADAR TUBAN)
Melihat unggahan kesuksesan, liburan, atau pencapaian teman bisa memicu social jealousy, ketahui penyebab dan dampaknya bagi kesehatan mental. (RADAR TUBAN)

RADARTUBAN - Pernahkah kamu merasa ada sengatan kecil di hati saat melihat unggahan teman yang baru saja membeli mobil baru, memamerkan liburan mewahnya di media sosial, atau merayakan pencapaian karier yang begitu mulus?

Perasaan gusar, tidak nyaman, dan merasa tertinggal itulah yang disebut sebagai social jealousyatau cemburu sosial.

Pada dasarnya, social jealousy adalah bentuk kecemburuan yang muncul ketika seseorang membandingkan aspek kehidupannya, mulai dari status sosial, materi, penampilan, hingga kesuksesan dengan orang lain yang dianggap berada di kelompok sosial yang sama atau lebih tinggi.

Fenomena ini bukanlah hal baru, karena manusia secara alami adalah makhluk sosial yang cenderung mengukur keberhasilan dirinya dengan melihat standar di sekelilingnya.

Baca Juga: Di Balik Layar: Beban Sunyi Generasi Z di Era Serba Digital

Namun, di era digital saat ini, social jealousy mengalami perubahan yang luar biasa.

Media sosial bertindak sebagai tempat semua orang menguras dan memamerkan momen-momen terbaik dalam hidup mereka.

Setiap kali kita membuka ponsel, kita disuguhkan dengan standar hidup ideal yang dikurasi sedemikian rupa.

Mengapa ini terjadi? Ada beberapa faktor utama yang memicu munculnya cemburu sosial dalam keseharian kita, yakni membandingkan pemcapaian, postingan media sosial, hingga kebutuhan akan validasi. 

Social jealousy menjadi alarm emosional yang mengingatkan kita tentang apa yang sebenarnya kita inginkan dalam hidup.

Jika dikelola dengan bijak, perasaan ini bisa menjadi modal untuk refleksi diri dan motivasi untuk berkembang.

Namun jika dibiarkan, hal ini bisa menjadi racun yang mengikis rasa syukur dan merusak kesehatan mental kita. (saf/yud)

Editor : Yudha Satria Aditama
#social jealousy #sosial #Gen Z #kecemburuan