Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Jangan Salah Pilih Baju Saat Kemarau, Ini Kain yang Sejuk dan Nyaman untuk Aktivitas Harian

Shafa Dina Hayuning Mentari • Rabu, 17 Juni 2026 | 08:07 WIB
Memilih bahan pakaian yang tepat dapat membantu mengurangi keringat berlebih dan bau badan. (Pinterest)
Memilih bahan pakaian yang tepat dapat membantu mengurangi keringat berlebih dan bau badan. (Pinterest)

RADARTUBAN - Indonesia terkenal dengan iklim tropisnya yang membawa musim kemarau panjang. Saat matahari bersinar terik, suhu udara yang tinggi sering kali memicu produksi keringat berlebih. 

Bagi masyarakat yang aktif beraktivitas di luar ruangan, kondisi ini bukan sekadar memberikan rasa gerah yang mengganggu, tetapi juga memicu masalah lain yang cukup sensitif, yaitu bau badan.

Bau tidak sedap ini sebenarnya muncul ketika keringat bercampur dengan bakteri di permukaan kulit. 

Oleh karena itu, pemilihan bahan pakaian yang tepat menjadi kunci utama untuk tetap tampil segar, percaya diri, dan bebas dari bau sepanjang hari.

Baca Juga: Kasih Tau Teman Kamu yang Bau! 5 Racikan Deodoran Alami dari Bahan Dapur yang Dapat Dicoba

Kriteria utama dalam memilih busana musim kemarau adalah kemampuan kain dalam menyerap cairan dan melancarkan sirkulasi udara. Bahan alami seperti katun murni selalu menjadi primadona karena seratnya yang renggang dan lembut di kulit, sehingga efektif mengalirkan udara masuk dan keluar. 

Selain katun, kain linen yang memiliki karakteristik kuat namun sangat ringan juga menjadi alternatif terbaik untuk memberikan efek sejuk yang instan. Ada pula kain rayon yang dikenal dengan teksturnya yang jatuh dan halus, memberikan kenyamanan ekstra saat bersentuhan dengan kulit yang hangat.

Dengan memilih jenis kain yang memiliki sirkulasi udara yang baik, kelembapan pada kulit akibat keringat dapat ditekan semaksimal mungkin.

Ketika kain mampu mengeringkan keringat dengan cepat, bakteri tidak akan memiliki ruang atau media yang ramah untuk berkembang biak. 

Alhasil, risiko munculnya aroma kurang sedap pada tubuh dapat dihindari secara alami. 

Memahami karakter bahan pakaian bukan lagi sekadar urusan mengikuti tren mode, melainkan sebuah investasi kenyamanan dan kesehatan kulit agar kita tetap bisa beraktivitas di tengah musim kemarau dengan penuh rasa percaya diri.

Jenis kain yang direkomendasikan: 

- Katun (Cotton): Bahan paling populer karena serat alaminya yang mampu menyerap keringat dengan baik dan melancarkan sirkulasi udara, sehingga kulit tetap terasa kering.

- Linen: Memiliki serat yang renggang dan kaku, sangat efektif untuk membuang panas tubuh serta memberikan efek sejuk saat digunakan di bawah terik matahari.

- Serat Bambu (Bamboo Fabric): Memiliki sifat antibakteri alami yang sangat baik untuk mencegah bau tak sedap, serta teksturnya yang lembut dan mampu menyerap kelembapan lebih cepat dari katun.

Baca Juga: Sering Bau Mulut Saat Puasa? Dokter Gigi Ungkap Penyebab dan Cara Mudah Mencegahnya

- Tencel (Lyocell): Terbuat dari serat kayu selulosa, bahan ini sangat ramah di kulit, dingin saat disentuh, dan memiliki kemampuan manajemen kelembapan yang sangat efisien.

- Rayon: Dikenal karena teksturnya yang jatuh dan halus. Bahan ini terasa dingin di kulit dan sangat nyaman digunakan dalam cuaca panas yang lembap.

- Chambray: Sering disalahartikan sebagai denim, namun chambray jauh lebih ringan dan tipis, sehingga memberikan tampilan kasual tanpa harus merasa gerah.

Tidak direkomendasikan: 

- Polyester: Bahan sintetis ini bersifat mengunci panas dan keringat di permukaan kulit. Karena tidak bisa menyerap cairan, polyester menjadi media ideal bagi bakteri penyebab bau badan untuk berkembang biak.

- Nylon: Serupa dengan polyester, bahan ini tidak memiliki pori-pori untuk sirkulasi udara, sehingga menciptakan efek "sauna" yang membuat tubuh cepat berkeringat dan lembap.

- Kulit (Leather/Faux Leather): Bahan ini benar-benar menghambat sirkulasi udara. Penggunaan jaket atau pakaian berbahan kulit di cuaca panas hanya akan membuat suhu tubuh meningkat drastis.

- Velvet (Beludru): Teksturnya yang tebal dan padat menyimpan panas tubuh secara maksimal, membuatnya sangat tidak nyaman digunakan saat musim kemarau.

- Acrylic: Merupakan wol sintetis yang dirancang untuk menghangatkan tubuh. Menggunakannya di musim kemarau akan membuat Anda merasa kepanasan dan cepat berkeringat.

- Denim Tebal (Heavyweight): Berbeda dengan chambray, denim tradisional yang tebal bersifat kaku dan sangat berat. Bahan ini tidak memungkinkan udara untuk lewat, sehingga keringat akan mengendap lama di balik kain. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#badan #media sosial #panas #bau #kain