Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Fenomena Orang Lebih Suka Mendengarkan Podcast daripada Membaca Buku

M. Afiqul Adib • Minggu, 21 Juni 2026 | 19:33 WIB
Pergeseran kebiasaan masyarakat dari membaca buku ke mendengarkan podcast, serta kelebihan dan kekurangan masing-masing media dalam menyampaikan informasi dan pengetahuan. (Austin Distel/Unsplash)
Pergeseran kebiasaan masyarakat dari membaca buku ke mendengarkan podcast, serta kelebihan dan kekurangan masing-masing media dalam menyampaikan informasi dan pengetahuan. (Austin Distel/Unsplash)

RADARTUBAN - Perubahan cara masyarakat mengonsumsi informasi semakin terlihat jelas.

Jika dulu membaca buku menjadi pilihan utama untuk belajar dan menambah wawasan, kini podcast hadir sebagai alternatif yang lebih praktis.

Orang bisa belajar sambil beraktivitas, tanpa harus duduk diam membuka halaman demi halaman.

Podcast dan kemudahan belajar sambil beraktivitas menjadi daya tarik utama. Seseorang bisa mendengarkan diskusi menarik saat berkendara, berolahraga, atau bahkan sebelum tidur.

Baca Juga: Dari Pakaian, Buku, hingga 29.000 Pohon: PNM Perluas Makna Pemberdayaan di Masyarakat Akar Rumput

Fleksibilitas ini membuat podcast terasa lebih sesuai dengan ritme hidup modern yang serba cepat.

Sementara itu, kenapa membaca membutuhkan energi lebih besar? Membaca menuntut fokus penuh, konsentrasi visual, dan waktu khusus. Di tengah kesibukan, banyak orang merasa lebih mudah menyerap informasi lewat audio dibanding teks panjang.

Konten audio yang semakin beragam dan mudah diakses juga memperkuat tren ini. Podcast kini hadir dengan tema luas: dari ilmu pengetahuan, motivasi, hingga hiburan. Dengan platform digital, semua bisa diakses gratis atau dengan biaya rendah.

Namun, muncul pertanyaan: apakah podcast bisa menggantikan buku? Jawabannya tidak sepenuhnya. Podcast memang praktis, tetapi buku tetap menawarkan kedalaman analisis, detail, dan pengalaman membaca yang lebih reflektif.

Karena itu, penting melihat kelebihan dan kekurangan masing-masing media. Podcast unggul dalam fleksibilitas dan aksesibilitas, sementara buku unggul dalam kedalaman dan fokus.

Akhirnya, setiap orang perlu mencari cara belajar yang paling sesuai dengan diri sendiri. Ada yang lebih nyaman mendengar, ada yang lebih suka membaca. Yang terpenting bukan medianya, melainkan konsistensi dalam menambah pengetahuan.

Fenomena orang lebih suka mendengarkan podcast daripada membaca buku mencerminkan perubahan gaya hidup modern.

Podcast hadir sebagai solusi praktis, tetapi buku tetap memiliki nilai yang tak tergantikan. Keduanya bisa saling melengkapi, tergantung bagaimana kita memilih cara belajar yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kondisi hidup. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#halaman #komunikasi #buku #Podcast