Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Gen Z Ubah Tren Pernikahan, Tak Lagi Kejar Pesta Mewah

Shafa Dina Hayuning Mentari • Minggu, 28 Juni 2026 | 14:09 WIB
Intimate wedding dan nikah di KUA menjadi tren baru di kalangan Gen Z.
Intimate wedding dan nikah di KUA menjadi tren baru di kalangan Gen Z.

RADARTUBAN - Dunia pernikahan kini sedang mengalami pergeseran paradigma yang cukup signifikan di tangan Generasi Z.

Jika generasi-generasi sebelumnya sering kali terjebak dalam tradisi pesta megah demi gengsi sosial, anak-anak muda zaman sekarang justru memilih arah yang berbeda. 

Bagi mereka, pernikahan bukan lagi tentang seberapa banyaknya tamu undangan atau seberapa mewah dekorasi pelaminan, melainkan tentang makna dari komitmen itu sendiri.

Mereka berfokus pada satu nilai utama yaitu fungsionalitas yang dibalut dengan keintiman.

Baca Juga: Jangan Asal Pilih! Ini 6 Pedoman Menentukan Tanggal Pernikahan yang Perlu Dipertimbangkan

Salah satu manifestasi paling nyata dari tren ini adalah melonjaknya popularitas konsep intimate wedding hingga gerakan "Nikah di KUA" yang sempat viral di berbagai media sosial. Fenomena ini lahir bukan karena ketidakmampuan secara finansial, melainkan hasil dari cara berpikir yang jauh lebih realistis.

Tumbuh di tengah bayang-bayang ketidakpastian ekonomi global dan inflasi biaya hidup, Gen Z secara sadar memilih untuk tidak memulai babak baru kehidupan mereka dengan beban utang akibat pesta satu malam.

Mereka lebih memilih mengalihkan anggaran ratusan juta rupiah tersebut untuk hal-hal yang bersifat jangka panjang, seperti uang muka rumah, dana investasi, atau tabungan masa depan bersama.

Meskipun mengedepankan kesederhanaan, bukan berarti pernikahan ala Gen Z kehilangan sentuhan keindahannya. Mereka adalah generasi digital yang peduli pada aspek visual.

Alhasil, pesta berskala kecil pun disulap menjadi sangat personal dan estetik, sering kali memadukan unsur modern dengan sentuhan tradisi yang telah dimodifikasi.

Selain itu, penggunaan undangan digital, konsep eco-wedding yang ramah lingkungan, serta dokumentasi yang sinematik menjadi identitas baru yang melekat pada generasi muda. 

Tren Pernikahan ala Gen Z:

- Intimate Wedding (Pesta Skala Kecil): Gen Z lebih memilih membatasi jumlah undangan hanya untuk keluarga inti dan sahabat terdekat. Pesta dengan 30 hingga 100 tamu dirasa jauh lebih hangat, karena pengantin bisa mengobrol secara personal dengan setiap tamu yang hadir.

- Gerakan Nikah di KUA: Tren ini sempat viral dan terus diminati. Banyak pasangan Gen Z memilih melangsungkan akad nikah secara legal dan sederhana di kantor KUA pada hari kerja, lalu melanjutkan dengan sesi foto estetik atau makan siang kasual bersama keluarga tanpa mengadakan resepsi besar.

Baca Juga: Tingginya Pernikahan Dini di Tuban, 24 dari 100 Perempuan Punya Anak di Usia Remaja

- Alokasi Dana untuk Investasi Masa Depan: Dibanding menghabiskan ratusan juta untuk pesta satu malam, Gen Z lebih memilih bersikap realistis. Tabungan yang ada sengaja dialokasikan untuk hal yang lebih esensial setelah menikah, seperti uang muka (DP) rumah, membeli kendaraan, modal usaha, atau dana investasi.

- Konsep Kustomisasi dan Sangat Personal: Gen Z tidak ragu mendobrak pakem pernikahan tradisional yang kaku. Mulai dari pemilihan playlist musik, suvenir yang fungsional (seperti benih tanaman atau tote bag), hingga hidangan yang menyajikan makanan favorit mereka (misalnya coffee bar atau makanan kekinian) ketimbang menu prasmanan standar.

- Visual Estetik dan Sinematik: Sebagai generasi digital, aspek visual adalah hal wajib. Mereka sangat pemilih dalam menentukan fotografer dan videografer. Tren saat ini bergeser ke arah dokumentasi bergaya editorial fashion, jepretan kamera analog/lomo, hingga video dokumenter sinematik yang siap dibagikan di media sosial.

- Undangan Digital dan Pengelolaan Serbadigital: Penggunaan undangan cetak fisik sudah mulai ditinggalkan. Gen Z memanfaatkan undangan digital berbasis situs web interaktif yang dilengkapi fitur konfirmasi kehadiran otomatis (RSVP), peta digital, hingga barcode untuk pengisian buku tamu di lokasi acara.

- Busana Pengantin yang Modern dan Nyamanv Kenyamanan adalah kunci. Alih-alih kebaya atau gaun berat bertabur payet yang membatasi ruang gerak, pengantin Gen Z kerap memilih setelan jas modern, gaun minimalis yang timeless, bahkan memadukannya dengan sepatu sneakers agar bisa menikmati acara dengan santai.

- Eco-Wedding (Pernikahan Ramah Lingkungan): Kesadaran terhadap lingkungan juga masuk ke dalam tren pernikahan. Konsep ini diwujudkan lewat pengurangan sampah plastik, penggunaan dekorasi dari tanaman hidup yang bisa dibawa pulang tamu, material dekorasi daur ulang, hingga penggunaan bahan makanan lokal organik demi menekan jejak karbon. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#dekorasi #wedding #zaman #pernikahan