Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tak Lagi Sekadar FOMO, Ini 5 Tren Positif yang Kini Ramai Diikuti Gen Z

Shafa Dina Hayuning Mentari • Minggu, 28 Juni 2026 | 13:13 WIB
Tak lagi identik dengan gaya hidup konsumtif, Gen Z kini ramai mengikuti tren hidup sehat, work-life balance, dan digital detox.
Tak lagi identik dengan gaya hidup konsumtif, Gen Z kini ramai mengikuti tren hidup sehat, work-life balance, dan digital detox.

RADARTUBAN - Pergeseran budaya yang dibawa oleh setiap generasi baru selalu menarik untuk diamati.

Jika generasi terdahulu kerap diidentikkan dengan budaya kerja keras tanpa batas atau hustle culture demi pencapaian materi, Generasi Z kini hadir dengan warna yang sama sekali berbeda. 

Di tengah paparan algoritma media sosial yang bergerak super cepat, anak-anak muda ini tumbuh menjadi kelompok yang sangat kritis terhadap kualitas hidup mereka sendiri.

Baca Juga: AC Milan Mulai Cari Otak Baru Klub, Direktur Olahraga Fiorentina Fabio Paratici Masuk Radar Revolusi Rossoneri

Mereka mulai mempertanyakan kembali arti kenyamanan, kebahagiaan, dan esensi dari menjaga kesehatan di dunia yang serba cepat dan semakin menuntut.

Namun, dinamika ini tidak lepas dari tantangan psikologis yang unik. Media sosial bertindak bagai pisau bermata dua, di satu sisi menjadi jendela informasi, namun di sisi lain memicu kecemasan sosial yang akut akibat maraknya fenomena Fear of Missing Out (FOMO).

Ketakutan akan tertinggal dari sebuah momen global atau tidak diakui dalam lingkaran pergaulan virtual sering kali membuat banyak anak muda terjebak dalam gaya hidup konsumtif. 

Menariknya, alih-alih tenggelam dalam dampak negatif tersebut, belakangan ini terjadi sebuah pergeseran budaya yang sangat menarik di mana arah kompas FOMO tersebut berhasil diputarbalikkan.

Kini, energi untuk selalu ingin ikut serta tersebut justru menjadi sebuah gerakan masif yang sarat akan pesan positif. 

Sifat kompetitif dan keinginan untuk eksis di ruang digital tidak lagi diisi dengan pamer kemewahan atau aktivitas yang merusak diri.

Sebaliknya, panggung media sosial mereka kini dipenuhi oleh gerakan-gerakan kolektif yang menginspirasi. FOMO telah bergeser dari sebuah kecemasan sosial menjadi sebuah hal yang mendorong perubahan gaya hidup ke arah yang jauh lebih teratur dan penuh kesadaran.

Saat ini, banyak anak muda yang justru mulai meninggalkan berbagai kebiasaan buruk masa lalu dan memilih untuk mengadopsi gaya hidup yang lebih peduli pada kesehatan fisik, mental, hingga keseimbangan hidup profesional.

Melalui tren-tren positif tersebut, Gen Z membuktikan bahwa keinginan untuk selalu ikut arus atau FOMO tidak selamanya berdampak buruk.

Ketika diarahkan pada hal-hal yang baik, FOMO justru bisa menjadi motivasi yang kuat untuk menciptakan generasi yang lebih sehat, tangguh, dan berwawasan luas. 

Baca Juga: Masa Depan Direktur Olahraga Igli Tare di AC Milan Terancam, Tony D’Amico Makin Dekat Menggantikan

5 Tren Positif yang Ramai Diikuti Gen Z

1. Menjamurnya Komunitas Lari: Olahraga lari kini bukan lagi sekadar aktivitas fisik biasa, melainkan bagian dari gaya hidup modern anak muda, khususnya di wilayah perkotaan. Sering kali kita melihat anak muda membagikan catatan lari mereka melalui aplikasi seperti Strava.

Bagi mereka, bergabung dengan komunitas lari atau mengikuti acara fun-run adalah sarana rekreasi sekaligus ajang memperluas jaringan pertemanan melalui rutinitas yang sehat.

2. Kesadaran Olahraga di Gym dan Pola Makan Sehat: Meskipun dihadapkan pada berbagai tekanan ekonomi dan sosial, investasi pada kesehatan tetap menjadi prioritas bagi mayoritas Gen Z.

Banyak dari mereka rela menyisihkan anggaran untuk menjadi gym atau membeli alat olahraga pribadi. Antusiasme ini juga diiringi dengan kebiasaan sehat lainnya, seperti memilih clean eating, rajin berjalan kaki, hingga membatasi atau bahkan sepenuhnya meninggalkan konsumsi minuman beralkohol.

3. Memprioritaskan Work-Life Balance dan Soft Living: Dunia kerja profesional kini turut merasakan pengaruh dari prinsip hidup Gen Z. Konsep work-life balance atau keseimbangan antara karier dan kehidupan pribadi semakin populer seiring banyaknya anak muda yang memasuki usia produktif. 

Selain itu, muncul pula istilah soft living atau sebuah pendekatan untuk menjalani pekerjaan tanpa tekanan yang berlebihan.

Alih-alih dicap malas, prinsip ini justru dipandang sebagai strategi cerdas agar mereka dapat menjaga produktivitas secara jangka panjang di lingkungan kerja yang sehat dan suportif.

1. Gerakan Digital Detox Weekend: Sebagai respons terhadap derasnya arus informasi tanpa filter di internet, tren digital detox di akhir pekan kini mulai populer di media sosial.

Banyaknya berita negatif dan kebiasaan doom-scrolling disadari dapat merusak kesehatan mental dan membuang waktu berharga. 

Oleh karena itu, menjauhkan diri sejenak dari gawai selama akhir pekan menjadi tren baru yang dikejar anak muda demi memulihkan energi serta menjaga kebugaran pikiran dan fisik mereka.

Baca Juga: Menhan Sjafrie Evaluasi Total Latsarmil Koperasi Merah Putih Usai 5 Peserta Meninggal

2. Tren Sober Curious dan Minuman Alternatif Sehat: Kesadaran akan kesehatan tubuh juga melahirkan tren sober curious, di mana anak muda mulai secara sadar mengurangi atau sepenuhnya menghindari konsumsi alkohol saat bersosialisasi.

Sebagai gantinya, nongkrong sehat kini diisi dengan popularitas minuman tanpa alkohol seperti mocktail hingga gerakan mencintai ramuan tradisional seperti minuman herbal.  

Bahkan, menu makanan sederhana berbasis rebus-rebusan kini naik daun dan bergeser dari sekadar menu diet menjadi kebiasaan makan harian yang sangat diminati. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#detox #gen #fomo #olahraga