Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kenapa Banyak Orang Bertahan di Hubungan Tanpa Status?

M. Afiqul Adib • Senin, 6 Juli 2026 | 20:08 WIB
Hubungan tanpa status (HTS) sering kali menimbulkan dilema. (Toa Heftiba on Unsplash)
Hubungan tanpa status (HTS) sering kali menimbulkan dilema. (Toa Heftiba on Unsplash)

RADARTUBAN - Hubungan tanpa status (HTS) adalah kondisi ketika dua orang menjalin kedekatan layaknya pasangan, tetapi tanpa ikatan resmi atau komitmen yang jelas.

Mereka saling berbagi waktu, perhatian, bahkan rasa sayang, namun tidak ada pengakuan bahwa mereka benar-benar berpacaran. Fenomena ini semakin sering ditemui, terutama di kalangan anak muda.

Mengapa banyak orang memilih tetap bertahan dalam HTS? Salah satu alasannya adalah takut kehilangan. Meski hubungan tidak jelas, ada rasa takut bahwa jika dituntut kejelasan, hubungan itu akan berakhir.

Baca Juga: Perhatian atau Posesif? Kenali Tanda-Tanda Hubungan yang Mulai Tidak Sehat

Akibatnya, seseorang lebih memilih bertahan dalam ketidakpastian daripada kehilangan kedekatan yang sudah terjalin.

Selain itu, ada harapan bahwa suatu saat hubungan akan berubah.

Banyak orang percaya bahwa dengan waktu dan kesabaran, pasangan akan memberikan komitmen. Harapan ini membuat mereka rela menunggu, meski kenyataannya tidak selalu sesuai dengan ekspektasi.

Namun, bertahan dalam HTS memiliki dampak emosional. Ketidakpastian bisa menimbulkan rasa cemas, rendah diri, bahkan frustrasi.

Seseorang bisa merasa tidak cukup dihargai, atau terus mempertanyakan posisinya dalam hidup orang lain. Luka emosional ini sering kali lebih berat daripada hubungan yang jelas berakhir.

Pertanyaannya, kapan harus bertahan dan kapan harus mengakhiri? Jika hubungan tanpa status masih memberi kebahagiaan, mungkin bertahan bisa menjadi pilihan sementara.

Namun, jika ketidakjelasan justru menguras energi dan membuat diri tidak berkembang, mengakhiri bisa menjadi langkah yang lebih sehat.

Kunci dari semua ini adalah komunikasi dan kejelasan komitmen. Membicarakan perasaan, ekspektasi, dan tujuan bersama adalah cara terbaik untuk keluar dari kebingungan.

Jika pasangan tidak mau memberi kejelasan, itu sendiri adalah jawaban: mungkin ia memang tidak siap atau tidak ingin berkomitmen.

Pelajaran penting dari HTS adalah bahwa cinta bukan hanya tentang kedekatan, tetapi juga tentang kejelasan dan komitmen. Bertahan dalam ketidakpastian bisa terasa nyaman sesaat, tetapi dalam jangka panjang, kejelasan lebih menyehatkan bagi hati dan pikiran.(*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Hubungan tanpa status #anak muda #pasangan #HTS