Mobil Listrik Semakin Populer, Apakah Sudah Cocok untuk Semua Orang? Ini Jawabannya

M. Afiqul Adib • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 19:05 WIB
Perkembangan mobil listrik, kelebihan dan kekurangannya, infrastruktur pengisian daya, siapa yang cocok menggunakannya, pertimbangan sebelum membeli, serta masa depan kendaraan listrik. (Michael Marais on Unsplash)
Perkembangan mobil listrik, kelebihan dan kekurangannya, infrastruktur pengisian daya, siapa yang cocok menggunakannya, pertimbangan sebelum membeli, serta masa depan kendaraan listrik. (Michael Marais on Unsplash)

RADARTUBAN - Dalam beberapa tahun terakhir, mobil listrik mulai mendapat perhatian besar di Indonesia. Pemerintah mendorong penggunaannya dengan berbagai kebijakan, sementara produsen otomotif menghadirkan model-model baru yang lebih terjangkau.

Tren ini menunjukkan bahwa kendaraan listrik bukan lagi sekadar wacana, tetapi mulai menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Kelebihan mobil listrik cukup jelas. Pertama, mobil listrik lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi gas buang. Kedua, biaya operasional lebih rendah dibanding mobil berbahan bakar fosil, karena listrik lebih murah daripada bensin atau solar. Ketiga, mobil listrik cenderung lebih senyap dan nyaman dikendarai.

Namun, ada juga kekurangan yang perlu diperhatikan. Kekurangan mobil listrik antara lain harga awal yang masih relatif tinggi, jarak tempuh terbatas, serta waktu pengisian baterai yang lebih lama dibanding mengisi bensin. Selain itu, ketersediaan bengkel khusus dan suku cadang masih terbatas.

Baca Juga: Mobil Hybrid Lebih Diminati Warga Tuban Dibanding Mobil Listrik karena Minim SPKLU

Salah satu tantangan terbesar adalah infrastruktur pengisian daya. Meski jumlah stasiun pengisian terus bertambah, distribusinya belum merata. 

Di kota besar, akses lebih mudah, tetapi di daerah, pengguna mobil listrik masih kesulitan menemukan tempat pengisian. Hal ini membuat mobil listrik lebih cocok untuk penggunaan di wilayah perkotaan.

Lalu, siapa yang cocok menggunakan mobil listrik? Pengguna mobil listrik biasanya adalah mereka yang tinggal di kota dengan akses pengisian daya memadai, memiliki rutinitas perjalanan harian yang tidak terlalu jauh, dan peduli pada isu lingkungan.

Mobil listrik juga cocok bagi mereka yang ingin menghemat biaya operasional jangka panjang.

Sebelum membeli, ada beberapa pertimbangan penting. Calon pembeli perlu menghitung kebutuhan jarak tempuh harian, memastikan akses ke stasiun pengisian daya, serta mempertimbangkan biaya perawatan. Selain itu, penting juga melihat dukungan pemerintah berupa insentif pajak atau subsidi yang bisa meringankan biaya.

Ke depan, masa depan kendaraan listrik terlihat cerah. Dengan semakin banyaknya produsen yang masuk ke pasar, harga mobil listrik diperkirakan akan semakin terjangkau. Infrastruktur pengisian juga akan berkembang, sehingga mobil listrik bisa menjadi pilihan utama masyarakat.

Mobil listrik memang semakin populer, tetapi belum tentu cocok untuk semua orang saat ini. Kelebihan seperti ramah lingkungan dan hemat biaya operasional harus ditimbang bersama kekurangan seperti harga tinggi dan keterbatasan infrastruktur.

Dengan pertimbangan matang, mobil listrik bisa menjadi investasi masa depan yang mendukung gaya hidup berkelanjutan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
otomotif Mobil Listrik kendaraan listrik