RADARTUBAN - Langit cerah dan embusan angin khas musim kemarau kembali menghadirkan pemandangan yang akrab di sejumlah sudut Kabupaten Tuban.
Jumat (24/7), misalnya, terlihat puluhan layang-layang beraneka bentuk menari-menari di langit persawahan Desa Sugiharjo, Kecamatan Tuban.
Anak-anak, remaja, hingga orang lanjut usia berkumpul di hamparan sawah tersebut. Tak ada sekat usia di lapangan terbuka itu. Masing-masing sibuk mengendalikan benang layang-layang. Sesekali menengadah mengikuti arah angin yang membawa permainan tradisional tersebut semakin tinggi.
Baca Juga: Disney Layangkan Surat Peringatan ke ByteDance, Tuding Gunakan Konten Tanpa Izin untuk Latih AI
Di antara mereka, tampak Timin, 60, warga Desa Sugiharjo yang tetap antusias menerbangkan layangan, meski usianya tak lagi muda. Rambutnya yang memutih tidak mengurangi semangatnya menikmati hobi yang telah dia tekuni sejak puluhan tahun lalu.
Siang itu, dia membawa layangan jenis sowangan dengan bentang hampir dua meter.
Layangan itu sengaja diterbangkan untuk menguji kestabilan sekaligus memastikan suara khas yang dihasilkan masih terdengar nyaring saat diterpa angin. "Biasanya Agustus mulai banyak lomba layangan. Jadi sekarang sekalian mengetes layangan," ujarnya.
Menurut Timin, musim kemarau merupakan waktu terbaik untuk menerbangkan layang-layang. Angin yang bertiup relatif stabil membuat layangan lebih mudah dikendalikan dan mampu terbang dalam waktu lama.
Bahkan, jika kondisi angin tetap mendukung hingga malam, ia kerap membiarkan layangannya tetap mengudara. Layangan miliknya telah dimodifikasi dengan lampu dan dinamo kecil sehingga tetap terlihat saat langit gelap. "Biasanya saya biarkan terbang sampai pagi," katanya.
Bagi Timin, menerbangkan layang-layang bukan sekadar mengisi waktu senggang. Aktivitas itu telah menjadi bagian dari kesehariannya sekaligus cara menjaga tradisi permainan yang kini mulai jarang dimainkan anak-anak di perkotaan.
Dia pun masih rutin mengikuti berbagai perlombaan layang-layang yang digelar di sejumlah daerah, seperti Kecamatan Plumpang maupun Kabupaten Bojonegoro. Bukan hadiah yang menjadi tujuan utama, melainkan kesempatan bertemu sesama penghobi dan menikmati suasana kebersamaan.
"Kalau ada lomba saya usahakan ikut. Hadiahnya sedikit tidak masalah, yang penting bisa menyalurkan hobi dan bertemu sesama pecinta layangan," ujarnya.(fud/ds)
Editor : Yudha Satria AditamaSumber : Radar Tuban