RADARTUBAN – Penyanyi dan aktris Maudy Ayunda membagikan pandangannya mengenai pentingnya self awareness sebagai langkah awal menemukan kebahagiaan.
Dalam podcast Suara Berkelas, ia mengajak anak muda untuk lebih fokus pada proses bertumbuh dibanding terus membandingkan diri dengan orang lain.
Menurut Maudy Ayunda, self awareness merupakan perjalanan seseorang untuk mengenal dirinya sendiri. Dengan memahami kelebihan, kekurangan, serta tujuan hidup, seseorang akan lebih mudah menentukan langkah yang ingin diambil tanpa harus bergantung pada pencapaian orang lain.
Ia juga menilai tidak semua orang memiliki kesempatan untuk memikirkan kondisi batin karena sebagian masih berjuang memenuhi kebutuhan dasar maupun menjaga kesehatan fisik.
Maudy mengatakan bahwa kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain sering kali membuat seseorang merasa tertinggal dan menganggap dirinya gagal. Padahal, setiap orang memiliki proses, tantangan, dan waktu yang berbeda dalam mencapai tujuan hidupnya.
Baca Juga: Kenapa Gadget Bikin Anak Muda Sekarang Lebih Gampang Depresi?, Berikut Penjelasan Dari Maudy Ayunda
Oleh karena itu, ia mengajak anak muda untuk tidak menjadikan pencapaian orang lain sebagai tolok ukur kebahagiaan.
Menurutnya, fokus pada pertumbuhan diri akan memberikan dampak yang lebih positif dibanding terus berkompetisi.
Dengan terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan menghargai setiap proses yang dijalani, seseorang dapat merasakan kepuasan atas pencapaiannya sendiri.
Cara tersebut dinilai mampu membantu seseorang menikmati perjalanan hidup tanpa terbebani oleh ekspektasi orang lain.
Dalam podcast tersebut, Maudy juga membagikan tiga buku yang ia rekomendasikan bagi mereka yang sedang berada di usia 20-an, yaitu Discourse on the Origin of Inequality karya Jean-Jacques Rousseau, Man's Search for Meaning karya Viktor Frankl, dan The Let Them Theory karya Mel Robbins.
Menurutnya, ketiga buku tersebut dapat menjadi bacaan yang membantu memperluas sudut pandang, memahami makna kehidupan, serta belajar menerima berbagai situasi yang tidak selalu bisa dikendalikan.
Selain itu, Maudy menilai pendidikan tinggi bukan hanya bertujuan memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan jurusan. Baginya, pengalaman selama menempuh pendidikan juga melatih kemampuan berpikir kritis, menganalisis persoalan, memecahkan masalah, serta mencari solusi yang dapat diterapkan dalam berbagai situasi kehidupan maupun dunia kerja.
Menjawab pertanyaan mengenai lingkungan yang kurang mendukung proses berkembang, Maudy menyarankan agar seseorang mencari lingkungan baru yang lebih positif dan selaras dengan tujuan yang ingin dicapai.
Ia meyakini bahwa berada di tengah orang-orang yang memiliki semangat belajar dan berkembang dapat menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas diri serta menjaga kesehatan mental. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni