Fenomena Sephora Kids: Mengapa Gen Alpha Terobsesi Skincare Mahal di Usia Dini?

Vannya Alysa P • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 07:03 WIB
Tren anak-anak usia sekolah dasar yang mengonsumsi produk perawatan kulit dan kosmetik. (Freepik/Magnifik)
Tren anak-anak usia sekolah dasar yang mengonsumsi produk perawatan kulit dan kosmetik. (Freepik/Magnifik)

RADARTUBAN — Di era digital saat ini, batasan antara dunia anak-anak dan kedewasaan tampak semakin kabur, anak-anak berusia 10 hingga 12 tahun yang memadati toko kecantikan modern, membeli produk skincare bernilai jutaan rupiah, hingga memperagakan gaya hidup wanita dewasa di media sosial kini menjadi perhatian global.

Tren yang dikenal sebagai Sephora Kids ini tidak hanya mengubah pola konsumsi kecantikan, melainkan juga memicu kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap mental dan perkembangan psikologis generasi muda.

Menanggapi isu sosial yang sedang memanas, kanal YouTube zoeunlimited mengulas akar permasalahan di balik fenomena Sephora Kids dalam video bertajuk "you’re 12, not 21", yang menyoroti dampak iPad parenting hingga komersialisasi oleh perusahaan kosmetik global.

Salah satu faktor utama yang mendorong percepatan pendewasaan anak-anak ini adalah paparan media sosial yang terlalu dini tanpa filter yang memadai.

Baca Juga: Bukan Skincare Mahal, Dokter Ungkap Rahasia Kulit Tetap Lembap dan Sehat Saat Puasa

Banyak anak dibesarkan dengan gawai atau iPad sejak balita. Sehingga mereka terbiasa mengkonsumsi konten internet tanpa filter usia seperti Get Ready With Me (GRWM) di TikTok maupun YouTube.

Dalam perkembangannya, anak-anak secara alami meniru perilaku dari figur yang mereka lihat. Ketika media sosial menyajikan konsep kedewasaan yang diromantisasi.

Mulai dari menggunakan riasan wajah, hingga menggunakan pakaian dewasa. Anak-anak yang telah mengkonsumsi konten-konten tersebut akan mencoba untuk membuktikan diri sendiri agar mendapat pengakuan sosial.

Meskipun fenomena ini mendatangkan keuntungan finansial yang besar bagi industri kosmetik, secara medis penggunaan produk kimia aktif pada kulit anak-anak yang masih halus dan sehat sangat tidak diperlukan.

Pakar perawatan kulit menilai penggunaan bahan kimia kuat secara berlebihan pada usia muda berpotensi merusak lapisan pelindung kulit kerusakan ini pada akhirnya menciptakan siklus ketergantungan baru, di mana konsumen muda tersebut membutuhkan lebih banyak produk perawatan untuk mengatasi masalah kulit yang ditimbulkan di kemudian hari.

"Anak-anak perempuan yang membeli produk skincare secara obsesif menunjukkan kecenderungan pra-okupasi terhadap penampilan di usia yang semakin muda, yang berkaitan erat dengan meningkatnya kekhawatiran terhadap kesehatan mental remaja," sebagaimana dikutip dari kanal YouTube zoeunlimited.

Fenomena anak-anak yang tumbuh terlalu cepat bukan sekadar masalah perilaku individu, melainkan cerminan dari tantangan pengasuhan di era digital serta dampak komersialisasi industri kecantikan.

Menjaga masa kanak-kanak agar tetap berjalan sesuai usianya memerlukan peran aktif orang tua dalam membatasi akses gawai, keterbukaan industri dalam menetapkan batasan batasan pemasaran yang etis, serta kepedulian masyarakat untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi perkembangan anak. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
Sephora Kids gen alpha usia dini kesehatan mental skincare