RADARTUBAN – Journaling atau kebiasaan menulis jurnal kini semakin diminati sebagai salah satu cara untuk menjaga kesehatan mental sekaligus membantu menata pikiran di tengah padatnya aktivitas sehari-hari.
Melalui video yang diunggah di kanal YouTube miliknya, content creator Zahid Ibrahim membagikan pengalamannya mencoba metode Morning Pages serta menjelaskan manfaat yang ia rasakan setelah menerapkan kebiasaan tersebut secara rutin.
Menurut Zahid, journaling merupakan aktivitas menuangkan pikiran, perasaan, maupun pengalaman ke dalam sebuah buku atau jurnal.
Ia menjelaskan bahwa kebiasaan sederhana ini memiliki banyak manfaat, mulai dari membantu mengurangi beban pikiran, melatih fokus, hingga meredakan stres akibat berbagai aktivitas yang dijalani setiap hari.
Dengan menulis, seseorang dapat lebih mudah mengenali apa yang sedang dirasakan tanpa harus memendamnya sendiri.
Zahid mengatakan bahwa salah satu metode journaling yang ia lakukan adalah Morning Pages. Metode ini dilakukan dengan menuliskan tiga halaman penuh setiap pagi sebelum memulai aktivitas.
Baca Juga: Journalist Class Angkatan 5, Jadikan Media sebagai Duta OJK
Ia menjelaskan bahwa tujuan utama dari Morning Pages bukan untuk menghasilkan tulisan yang rapi atau menarik, melainkan sebagai media untuk mengeluarkan seluruh isi pikiran yang sedang memenuhi kepala.
Menurut Zahid, waktu pagi dipilih karena pikiran masih relatif segar dan belum dipenuhi berbagai kesibukan. Dengan menuliskan apa pun yang ada di dalam pikiran sejak pagi, seseorang dapat merasa lebih tenang dan memiliki fokus yang lebih baik saat menjalani aktivitas sepanjang hari.
Ia menyebut proses tersebut sebagai cara untuk membersihkan pikiran (stream of consciousness), sehingga berbagai kekhawatiran tidak terus-menerus mengganggu konsentrasi.
Meski dikenal dengan aturan menulis tiga halaman setiap pagi, Zahid menegaskan bahwa jumlah tersebut bukan aturan yang harus dipatuhi secara mutlak. Menurutnya, tiga halaman dipilih agar seseorang memiliki ruang yang cukup untuk menuangkan seluruh isi pikirannya tanpa berhenti terlalu cepat.
Apabila belum terbiasa, seseorang tetap dapat memulai dengan menulis sedikit demi sedikit hingga kebiasaan tersebut terbentuk secara alami.
Selain membangun kebiasaan menulis, Zahid juga menyarankan agar seseorang tidak terlalu memikirkan tata bahasa, kerapian tulisan, maupun isi yang ditulis. Baginya, journaling merupakan ruang pribadi sehingga tidak ada benar atau salah dalam proses menulis. Yang terpenting adalah menuliskan apa pun yang sedang dirasakan secara jujur tanpa khawatir akan penilaian orang lain.
Di akhir videonya, Zahid menjelaskan bahwa konsistensi menjadi kunci utama dalam membangun kebiasaan journaling. Menurutnya, kebiasaan tersebut tidak harus dilakukan secara sempurna, tetapi perlu dilakukan secara rutin agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Melalui pengalamannya, Zahid Ibrahim menunjukkan bahwa journaling tidak hanya menjadi tempat untuk mencatat aktivitas sehari-hari, tetapi juga dapat menjadi sarana refleksi diri dan pengelolaan emosi.
Dengan meluangkan waktu beberapa menit setiap hari untuk menulis, seseorang dapat lebih mudah mengenali isi pikirannya, mengurangi beban mental, serta memulai hari dengan kondisi yang lebih tenang dan fokus.(*)