Marshanda Ungkap Kesalahan Orang Tua yang Paling Melukai Anak: Bukan Perceraian, tapi Saling Menjatuhkan

Nadia Aulia • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:52 WIB
Marshanda saat berbincang dalam program Moms Corner di kanal YouTube Nikita Willy Official. (Tangkapan layar YouTube Nikita Willy Official)
Marshanda saat berbincang dalam program Moms Corner di kanal YouTube Nikita Willy Official. (Tangkapan layar YouTube Nikita Willy Official)

RADARTUBAN – Perceraian orang tua kerap dianggap menjadi salah satu pengalaman paling berat bagi seorang anak.

Namun, menurut aktris sekaligus penyanyi Marshanda, bukan perpisahan orang tua yang paling melukai anak, melainkan ketika anak melihat kedua orang tuanya saling menjatuhkan.

Hal tersebut disampaikan Marshanda saat menjadi bintang tamu dalam episode ke-109 program Moms Corner di kanal YouTube Nikita Willy Official.

Dalam episode bertajuk “Kesalahan Orang Tua yang Paling Melukai Anak”, Marshanda banyak membahas pengalaman sebagai seorang ibu, hubungannya dengan orang tua, hingga pentingnya kesehatan mental.

“Yang bikin seorang anak sakit hati dan hancur tuh bukan karena orang tuanya berpisah, tapi kalau ngelihat orang tuanya saling menjatuhkan satu sama lain,” ujar Marshanda.

Baca Juga: Beda Banget dari Indonesia! Na Daehoon Ungkap Aturan Ketat hingga Rahasia Kemandirian Parenting Korea

Menurutnya, keakraban keluarga tidak selalu berarti orang tua harus memiliki pandangan yang sama dalam segala hal. 

Justru, keharmonisan dapat dibangun ketika setiap anggota keluarga mampu menerima dan berdamai dengan perbedaan.

“Ternyata istilah harmonis itu bukan berarti setuju dalam semua hal. Yang bikin harmonis tuh berdamai dengan perbedaan itu,” tuturnya.

Dalam masa mengasuh putrinya, Siena, Marshanda juga mendapat sebuah kalimat sederhana yang menurutnya sangat bermakna. Siena pernah mengatakan, “I don't need the perfect mom, I need a mom who's here.” (Aku tidak butuh ibu yang sempurna, aku butuh ibu yang hadir).

Baginya, ucapan itu menjadi pengingat bahwa kehadiran, perhatian, dan keterlibatan orang tua justru menjadi hal yang penting dalam proses tumbuh kembang anak.

Ia juga menyinggung soal validasi dari orang tua. Meski sejak kecil telah memiliki banyak penggemar, ia mengaku tetap membutuhkan pengakuan dari ayah dan ibunya.

“Mau punya 50 miliar fans di luar sana yang memuja-muja, kalau ayah dan ibunya silent aja, enggak akan kerasa validasi itu,” ungkapnya.

Kemudian, ia menceritakan bagaimana dirinya baru memahami perbedaan bahasa cinta dengan sang ibu ketika memasuki usia 20-an.

Ternyata, love language di antara mereka berbeda. Marshanda membutuhkan words of affirmation, sementara sang ibu lebih banyak menunjukkan kasih sayang melalui acts of service.

Perbedaan itulah yang menjadi miskomunikasi dan sempat membuatnya merasa kosong sebelum akhirnya belajar memahami arti kasih sayang.

Baca Juga: Orang Tua Sering Merasa Kewalahan? Coba Terapkan Minimalist Parenting di Rumah

Selain parenting, ia juga membagikan pandangannya mengenai self-love dan kesehatan mental. 

Ia mengaku terbuka mengenai pengalaman kesehatan mental yang pernah dialaminya karena tidak ingin orang lain merasa sendirian dalam menghadapi persoalan serupa.

Menurutnya, mencintai diri sendiri bukan berarti menjadi egois. Seseorang perlu mengisi kembali energinya agar dapat memberikan kasih sayang kepada orang lain dengan lebih baik.

“Self-love yang sesungguhnya adalah membuat diri kita terpenuhi dulu, jadi saat kita ke orang lain baterai kita penuh 100% dan tidak menularkan energi capek,” jelasnya.

Ia juga berpesan kepada mereka yang sedang merasa tersesat dalam hidup untuk mencoba membantu orang lain. Menurutnya, membantu sesama dapat menjadi salah satu cara untuk kembali menemukan rasa berharga dalam diri.

Sebelum mengakhiri pembahasan, ia mengingat kembali pesan sederhana dari Siena yang menjadi penguat baginya, “Relax, the world is waiting for you.”

Dari penjelasan ini ,  menjadi pengingat bahwa menjadi orang tua tidak harus selalu sempurna. Yang terpenting adalah terus hadir, belajar memahami, dan tumbuh bersama anak.(*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
Sumber : YouTube Nikita Willy Official
marshanda kesehatan mental perceraian anak