Dari Pocong hingga Santet, Mengapa Budaya Mistis Indonesia Menarik Dunia?

Vannya Alysa P • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 15:52 WIB
Fenomena mistis sejarah Pocong, hingga kebangkitan film horor di Indonesia. (RADARTUBAN/AI)
Fenomena mistis sejarah Pocong, hingga kebangkitan film horor di Indonesia. (RADARTUBAN/AI)

RADARTUBAN — Di balik dinamika modernisasi dan statusnya sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia menyimpan kebudayaan mistis dan supernatural yang sangat kaya serta berakar kuat.

Kepercayaan terhadap fenomena gaib seperti pocong, kuntilanak, ilmu santet, hingga peran dukun tidak hanya hidup sebagai cerita rakyat, melainkan merambah ke ranah kehidupan sehari-hari, ranah hukum pidana nasional, hingga mendominasi industri perfilman tanah air.

Fenomena ini kembali menyita perhatian publik internasional setelah media independen Asian Boss merilis ulasan mendalam mengenai akar sejarah dan dampak sosial dari tradisi mistis di Nusantara.

Keberadaan makhluk halus dan praktik ilmu hitam di Indonesia terbukti bukan sekadar takhayul pinggiran, melainkan realitas budaya yang terstruktur.

Baca Juga: Film Obsession, Horor Indie yang Guncang Hollywood dengan Raup Rp 4,8 Triliun dari Budget Minim

Salah satu sosok hantu paling ikonik di Indonesia adalah Pocong, atau jenazah yang terbungkus kain kafan. Secara visual, sosok ini sangat unik bagi masyarakat luar negeri karena bentuknya yang terikat dari ujung kepala hingga kaki.

Mitos lokal menyebutkan bahwa tali pengikat kafan harus dilepaskan saat jenazah dimasukkan ke dalam liang lahat.

Jika ikatan tersebut lupa dilepas karena kepanikan atau duka keluarga, roh orang yang meninggal dipercaya akan bangkit dari kubur untuk meminta bantuan melepaskan ikatannya. Karena tangan dan kakinya masih terikat, sosok ini digambarkan bergerak dengan cara melompat atau melayang.

Keberadaan figur misterius ini kerap dimanfaatkan untuk aksi kejahatan maupun kepanikan sosial. Pada pertengahan tahun 2026, jagat media sosial sempat dihebohkan oleh fenomena yang dikenal sebagai Pocong Terror.

Sejumlah foto dan rekaman video memperlihatkan penampakan figur berkafan putih yang berdiri diam di depan pemukiman warga pada tengah malam.

Berdasarkan penyelidikan kepolisian di beberapa wilayah, seperti di Sragen, Jawa Tengah, penampakan tersebut bukanlah fenomena mistis, melainkan modus oknum warga atau pelaku kejahatan yang sengaja menyamar menggunakan kostum untuk menakut-nakuti warga agar tidak keluar rumah.

Kehadiran teknologi kecerdasan buatan (AI) dan penyebaran video rekayasa di media sosial makin mempercepat eskalasi kepanikan masyarakat, yang memaksa aparat kepolisian melakukan patroli siber serta penertiban di lapangan.

Sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Asian Boss, keterikatan masyarakat Indonesia terhadap isu gaib membuat isu ini ditangani secara serius oleh pihak berwenang.

"Kepercayaan terhadap kekuatan supernatural di Indonesia begitu mengakar kuat di seluruh lapisan masyarakat, sehingga laporan mengenai penampakan maupun dugaan ilmu hitam tidak bisa dianggap sepele dan kerap melibatkan tindakan langsung dari kepolisian," ungkap narator dalam analisisnya.

Meskipun kerap ditakuti, tema mistis dan gaib justru menjadi komoditas ekonomi yang sangat menguntungkan di industri hiburan.

Film horor kini mendominasi industri sinema Indonesia. Pada tahun 2024, sekitar 60% produksi film domestik merupakan genre horor, yang menyerap hampir 70% dari total penonton bioskop nasional.

Karakter Pocong sendiri telah membintangi puluhan judul film sejak tahun 1970-an, menjadikannya salah satu kekayaan intelektual (IP) horor paling konsisten di Asia.

Saat ini, tantangan utama bagi industri film horor Indonesia adalah memperluas jangkauan distribusi internasional agar mampu tercipta momentum global setara dengan fenomena J-Horor dari Jepang atau film horor Thailand. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
Sumber : YouTube Asian Boss
Pocong horor dukun mistis