RADARTUBAN – Meluapkan emosi secara meledak-ledak kerap disalahartikan sebagai bentuk kejujuran dalam mengekspresikan perasaan.
Anggapan tersebut ditampik tegas oleh Julia Rimba yang menilai emosi tak terkontrol justru membawa kerugian besar, terutama dalam hubungan antarpersonal maupun kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut disampaikan Julia Rimba melalui siaran langsung di kanal YouTube pribadinya. Ia menekankan bahwa kemampuan mengelola emosi merupakan kunci utama dalam merespons persoalan secara bijak.
Baca Juga: Tantrum Tak Perlu Ribut: Cara Positif Hadapi Tantrum Anak Balita dengan Empati
Langkah awal pengontrolan diri dimulai dari kemampuan mengenali perasaan secara spesifik.
Menurutnya, masyarakat perlu memperbanyak kosakata emosi agar dapat membedakan dengan jelas antara rasa bahagia, cemas, takut, kecewa, hingga marah.
Selain itu, mengenali pemicu (trigger) emosi menjadi krusial agar tidak terjebak pada reaksi spontan.
"Orang kalau misalkan gampang di-poke ya, gampang meledak-ledak emosinya, itu malah gampang dimanfaatkan," tegas Julia.
Bahaya Tantrum dan Pentingnya Mengambil Jeda
Ia menyoroti kebiasaan tantrum, baik berupa luapan kemarahan secara impulsif maupun emosi yang terus-menerus dipendam.
Kedua perilaku tersebut dinilai sama-sama tidak sehat jika dibiarkan tanpa pengelolaan yang baik.
Saat menghadapi konflik dengan pasangan atau lingkungan sekitar, Julia menyarankan untuk mengambil jeda terlebih dahulu sebelum merespons.
Alih-alih menghabiskan energi untuk meluapkan amarah, fokus sebaiknya dialihkan pada pengembangan diri, hobi, atau kegiatan baru yang positif.
Sikap Hadapi Ghosting: Siapa Tenang, Dialah yang Menang
Prinsip ketenangan ini juga berlaku ketika seseorang berhadapan dengan perlakuan silent treatment atau ghosting.
Julia mengimbau agar tidak membuang waktu dan tenaga untuk mengejar orang yang tidak memberikan penghargaan sepadan.
"Siapa yang tenang, dialah yang menang," ujar Julia.
Mengendalikan emosi bukan berarti mengabaikan atau menekan perasaan, melainkan mengambil tindakan secara sadar agar tidak muncul penyesalan di kemudian hari akibat keputusan yang diambil saat marah.
"Satu lagi, enggak masalah kehilangan orang lain, tapi jangan kehilangan diri sendiri," pungkasnya. (*)
Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari