Ingin Cepat Kaya Usia 20-an? Melvin Mumpuni Ingatkan Pentingnya Investasi Diri Dulu

Salsa Mardhotun Nafisah • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 17:49 WIB
Ilustrasi investasi di kalangan generasi muda. (Radar Tuban/ AI)
Ilustrasi investasi di kalangan generasi muda. (Radar Tuban/ AI)

RADARTUBAN – Anak muda usia 20-an yang baru memasuki dunia kerja sering kali terburu-buru ingin mencapai kebebasan finansial melalui berbagai instrumen investasi.

Perencana keuangan Melvin Mumpuni menyarankan agar pekerja muda tidak sekadar mengejar keuntungan instan, melainkan fokus membangun kapasitas diri dan fondasi keuangan dasar.

Hal tersebut disampaikan Melvin dalam tayangan video podcast Unscripted saat membahas strategi perencanaan keuangan bagi generasi muda.

Baca Juga: Ingin Nabung 50 Persen Gaji? Konten Kreator Ungkap 10 Kebiasaan Keuangan Sederhana

Menurutnya, keterbatasan modal di usia awal karier membuat pilihan investasi finansial masih relatif terbatas.

"Menurut gua kalau misal gua balik lagi di usia itu, gua akan fokus invest di segala sesuatu yang berupa gue sendiri sih, yaitu pengetahuan, keahlian, kemudian pengalaman ditambah jaringan gua, terus kemudian personal branding," ujar Melvin.

Bangun Kapasitas Diri dan Fondasi Keuangan

Melvin menjelaskan, peningkatan pengetahuan, keterampilan, pengalaman, jaringan, hingga personal branding menjadi bekal utama untuk meningkatkan nilai tawar dan daya saing karier.

Seiring meningkatnya penghasilan, alokasi untuk investasi finansial dapat dikembangkan secara bertahap.

Sebelum masuk ke pasar modal atau instrumen investasi lainnya, Melvin menekankan pentingnya memperkuat fondasi keuangan harian.

Hal ini meliputi pengelolaan arus kas agar pendapatan tetap lebih besar dari pengeluaran, penyediaan dana darurat, pembatasan porsi cicilan, serta kepemilikan proteksi asuransi.

Utamakan Konsistensi Kebiasaan Berinvestasi

Jika kondisi finansial dasar sudah tertata rapi, kebiasaan berinvestasi baru mulai dijalankan.

Dia mengingatkan bahwa pada tahap awal, fokus utama anak muda bukanlah besarnya imbal hasil (return), melainkan konsistensi dalam membentuk kebiasaan menyisihkan uang.

“Bangun kebiasaan lebih dulu. Jangan lihat return gedenya dulu gitu, tapi kebiasaannya lu bangun dulu," tegasnya.

Kesadaran akan perencanaan keuangan ini idealnya mulai dipraktikkan begitu seseorang berpenghasilan mandiri.

Dengan begitu, generasi muda dapat mengelola keuangan secara terstruktur sekaligus menyiapkan portofolio investasi secara berkelanjutan. (*)

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
strategi perencanaan keuangan investasi generasi muda finansial