Kapten Sarah dan Brigadir Anisa Ungkap Cara Jalani Peran Ganda sebagai Ibu dan Wanita Karier

Sita Devi Alfiyah • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 06:40 WIB
Cerita inspiratif Kapten Sarah dan Brigadir Anisa sebagai abdi negara sekaligus ibu bekerja (mom
Cerita inspiratif Kapten Sarah dan Brigadir Anisa sebagai abdi negara sekaligus ibu bekerja (mom's corner). (Tangkapan Layar Youtube Nikita Willy Official)

RADARTUBAN - Menjalani peran ganda sebagai ibu rumah tangga sekaligus wanita karier bukanlah hal yang mudah.

Terlebih lagi, jika profesi yang ditekuni menuntut kedisiplinan tinggi, keberanian, dan waktu yang tidak menentu, seperti pilot dan polisi wanita (Polwan).

Isu inilah yang dikupas tuntas dalam episode terbaru siniar (podcast) Mom's Corner di kanal YouTube Nikita Willy Official.

Dalam perbincangan hangat tersebut, aktris Nikita Willy mengundang dua narasumber istimewa, yakni Kapten Sarah Widianti yang berprofesi sebagai pilot penerbangan komersial, serta Brigadir Anisa Nurlita, seorang anggota Kepolisian Republik Indonesia.

Ketiganya membagikan pengalaman, tantangan, serta cara menyeimbangkan tugas negara dan keluarga.

Baca Juga: Mengintip Pola Parenting Bunda Mei di Balik Kecerdasan Kafka, Peserta Clash of Champions Season 3

Topik ini diangkat karena banyaknya dilema yang dirasakan oleh para ibu bekerja (working mom), terutama perasaan bersalah ketika harus meninggalkan anak berjam-jam, berhari-hari, hingga melewatkan momen penting seperti saat anak sakit atau perayaan hari raya Lebaran demi tuntutan profesi.

Bagaimana cara mereka mengatasi hal tersebut? Kedua abdi negara ini sepakat bahwa kunci utamanya bukanlah kuantitas fisik 24 jam, melainkan komunikasi yang jujur sedini mungkin dan kualitas kehadiran (quality time) bersama anak.

Untuk menyiasati jadwal terbangnya yang padat, Kapten Sarah mengambil pendekatan dengan mengedukasi anaknya mengenai peran masing-masing di dalam hidup serta keterbatasannya sebagai manusia biasa.

"Ibu enggak akan selalu hadir buat kamu 24 jam. Ibu adalah seorang perempuan yang juga punya aktivitas dan kehidupan sendiri," ungkap Kapten Sarah saat menceritakan bagaimana ia memberikan pengertian dan afirmasi kepada anaknya yang masih kecil.

Senada dengan Kapten Sarah, Brigadir Anisa juga menerapkan rutinitas untuk selalu merangkum aktivitas harian (deep talk) bersama sang anak sebelum tidur.

Baginya, meski waktu yang dimiliki terbatas karena jam dinas atau tugas lembur mendadak, kehadiran ibu yang benar-benar fokus di momen tersebut sangatlah krusial.

"Menurut aku yang penting itu ada waktu sedikit tapi kita tuh ada, berkualitas. Walaupun sedikit tapi yang penting berkualitas, kita kan juga pekerja enggak bisa 24 jam kita membersamai anak-anak kan," tutur Brigadir Anisa membagikan prinsipnya.

Melalui obrolan ini, tergambar jelas bahwa kehadiran orang tua tidak selalu harus secara fisik sepanjang waktu.

Dengan bantuan teknologi seperti video call, memvalidasi perasaan sedih anak, membagi jadwal quality time satu per satu bersama anak, hingga melibatkan peran suami secara penuh, para ibu yang berprofesi di garda terdepan ini membuktikan bahwa mereka bisa sukses meniti karier tanpa harus kehilangan ikatan batin dengan sang buah hati. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
kapten sarah brigadir anisa working mom deep talk quality time