Soroti Sikap Diam Pemilik Platform, Felix Siauw: Punya Pengaruh Berarti Punya Tanggung Jawab Moral

Sita Devi Alfiyah • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 14:51 WIB
Soroti Tanggung Jawab People With Platform, Felix Siauw tegaskan sikap netral bukan pilihan. (youtube.com/ Felix Siauw)
Soroti Tanggung Jawab People With Platform, Felix Siauw tegaskan sikap netral bukan pilihan. (youtube.com/ Felix Siauw)

RADARTUBAN – Pendakwah sekaligus kreator konten Ustadz Felix Siauw memberikan tanggapan terkait polemik yang menimpa figur publik dalam merespons rentetan berita buruk di dunia.

Hal tersebut disampaikannya melalui unggahan video di kanal YouTube pribadinya.

Dalam tayangan tersebut, Felix membahas tanggung jawab para pemilik panggung, fenomena kelelahan mental akibat paparan berita negatif seperti krisis kemanusiaan di Gaza, hingga reaksi publik terhadap pernyataan Maudy Ayunda.

Baca Juga: Konten Mindfulness Maudy Ayunda Tuai Kritik, Netizen Bandingkan dengan Cinta Laura

Felix menggarisbawahi tuntutan masyarakat media sosial saat ini terhadap para tokoh publik, yakni kejelasan sikap dalam merespons isu-isu krusial.

Menurutnya, siapa pun yang memiliki pengaruh besar, baik artis maupun influencer, memiliki kekuatan untuk menyuarakan ketidakadilan dan tidak sepatutnya bersikap diam.

Menolak Sikap Netral di Tengah Kezaliman

Mengenai alasan figur publik dituntut untuk tidak bersikap netral, Felix menegaskan bahwa berdiam diri saat kezaliman terjadi sama halnya dengan membiarkan kejahatan tersebut berlangsung.

Masyarakat kini kian kritis dan menuntut tokoh publik menggunakan pengaruhnya untuk mengedukasi maupun menunjukkan keberpihakan yang jelas.

"Kalau kita ngelihat ada orang yang digebukin terus kita netral, ngelihat orang yang dizalimin kita netral, sebenarnya kita lagi membantu kelakuan kejahatan itu," tegas Felix Siauw dalam videonya.

Ia menambahkan bahwa netralitas dalam situasi ketidakadilan sama halnya dengan ikut terlibat di dalamnya.

Rehat Mental dan Advokasi Nyata

Terkait sorotan publik terhadap pernyataan Maudy Ayunda yang memilih mengambil jarak dari berita buruk demi menjaga kesehatan mental, Felix pada dasarnya menyetujui pentingnya menjaga kondisi psikologis.

Menurutnya, berjuang melawan kezaliman mirip dengan lari maraton yang membutuhkan daya tahan jangka panjang.

Jika seseorang merasa lelah secara mental, mengambil jeda untuk memulihkan diri sangat dianjurkan.

Namun, ia menilai kritik publik kerap muncul jika tokoh yang menyampaikan pesan tersebut dianggap belum menunjukkan advokasi nyata di lapangan sebelumnya.

Di akhir paparannya, Ustadz Felix berpesan bahwa rasa sedih atau stres saat melihat ketidakadilan menandakan hati nurani yang masih berfungsi.

Ia mengajak masyarakat untuk tidak sekadar menutup mata dari berita buruk, melainkan menjadikannya pemicu untuk terus belajar dan menggunakan kapasitas masing-masing demi melawan kezaliman. (*)

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
tokoh publik berita negatif felix siauw ketidakadilan moral