RADARTUBAN – Dunia fashion tidak melulu berbicara tentang pakaian mahal atau keharusan mengikuti tren yang sedang populer.
Kreator konten fashion Farhan Basel menilai, cara berpakaian idealnya selalu disesuaikan dengan bentuk tubuh serta tingkat kenyamanan pribadi masing-masing.
Pesan mendasar tersebut disampaikan Farhan saat berbincang dalam tayangan podcast Suara Berkelas.
Menurutnya, setiap individu dianugerahi proporsi tubuh yang berbeda, sehingga pakaian yang terlihat estetik pada orang lain belum tentu memberikan kesan yang sama saat dikenakan sendiri.
Baca Juga: Cara Mudah Menilai Kualitas Pakaian di Era Fast Fashion, Jangan Tertipu Harga Murah
Farhan menjelaskan, langkah awal untuk tampil menarik adalah dengan mengenali bentuk tubuh diri sendiri.
Pemahaman tersebut akan mempermudah seseorang dalam memilih potongan busana yang pas, sekaligus mendongkrak rasa percaya diri secara alami.
"Jangan pernah menetapkan value hidup kita berdasarkan apa yang kita pakai," tegas Farhan dalam perbincangan tersebut.
Tren Cukup Referensi, Bukan Keharusan
Lebih lanjut, ia mengingatkan agar perkembangan tren busana tidak dijadikan sebagai beban atau standar mutlak yang wajib diturut.
Menurut Farhan, tren semestinya hanya diposisikan sebagai bahan rujukan yang kemudian diselaraskan dengan karakter personal.
"Jadikan tren itu sebagai referensi bukan keharusan," kata Farhan.
Ia menambahkan, muara dari kepercayaan diri dalam berbusana bukan hanya datang dari penilaian visual luar, melainkan dari keberanian dan kemampuan seseorang untuk menerima kondisi dirinya secara utuh.
Oleh karena itu, ia mengajak banyak orang untuk lebih peka mendengarkan kebutuhan diri ketimbang standar orang lain.
"Jadi jangan terlalu banyak mendengar keluar. Karena once kita mendengar ke dalam, kita pakai sesuai dengan apa yang kita rasa nyaman," tuturnya.
Bagi Farhan, fashion pada hakikatnya bukan sarana untuk memenuhi ekspektasi lingkungan sosial, melainkan media otentik untuk mengekspresikan diri.
Dengan mengenali potensi diri dan memilih busana yang tepat, siapa pun dapat tampil memukau tanpa harus kehilangan jati diri. (*)
Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari