Benarkah Olahraga Malam Bikin Serangan Jantung? Simak Penjelasan dari Dokter Spesialis Jantung

Nadiyatul Ul Ya • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 15:50 WIB
Ilustrasi orang melakukan olahraga di malam hari. (Unsplash/ Fotokita)
Ilustrasi orang melakukan olahraga di malam hari. (Unsplash/ Fotokita)

RADARTUBAN – Berbagai rumor dan mitos yang beredar di masyarakat menyebutkan bahwa aktivitas fisik di malam hari dapat memicu serangan jantung mendadak.

Bagi masyarakat urban yang memiliki mobilitas tinggi dan kesibukan padat sepanjang hari, waktu malam kerap menjadi satu-satunya kesempatan yang tersisa untuk berolahraga.

Menanggapi kekhawatiran tersebut, dunia medis memberikan penjelasan yang lebih objektif dan terukur.

Baca Juga: 7 Manfaat Pisang untuk Kesehatan, dari Menjaga Jantung hingga Mendukung Pencernaan

Berdasarkan fakta medis, berolahraga di malam hari pada dasarnya tetap aman, selama memperhatikan kondisi stamina dan kebugaran tubuh secara mendalam.

Secara umum, tidak ada perbedaan dampak yang signifikan antara olahraga di pagi, siang, maupun malam hari bagi kesehatan tubuh.

Hal terpenting dalam menjaga kebugaran adalah konsistensi dan keberlanjutan rutinitas aktivitas fisik itu sendiri.

Kendati demikian, olahraga malam hari kurang disarankan bagi individu yang mengidap gangguan tidur (insomnia).

Berdasarkan riset kesehatan terbaru, jenis latihan fisik dengan intensitas tinggi (high intensity) yang dilakukan terlalu dekat dengan jam tidur berpotensi meningkatkan denyut jantung dan metabolisme, sehingga membuat tubuh lebih sulit beristirahat.

Kondisi Fisik Jadi Pemicu Utama

Mengenai ancaman serangan jantung saat berolahraga malam, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RS Pondok Indah, dr. Johan Winata, Sp.JP, Subsp.KI(K), FIHA, menegaskan bahwa faktor penyebab utamanya bukanlah waktu pelaksanaan olahraga.

"Serangan jantung bukan disebabkan oleh olahraga malam, melainkan saat orang tersebut pulang kerja dalam kondisi fisik tidak fit, tensi naik, dan tingkat stres tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan tekanan darah melambung saat berolahraga," terang dr. Johan dalam kanal YouTube resmi RS Pondok Indah.

Ketika seseorang memaksa tubuh yang kelelahan dan penuh beban stres untuk melakukan aktivitas fisik berat, lonjakan tekanan darah secara mendadak itulah yang memicu gangguan fatal pada pembuluh darah jantung.

Jadi, pemicu utamanya terletak pada kondisi fisik individu yang bersangkutan, bukan lantaran waktu malamnya.

Rekomendasi Dokter Bagi Penderita Komorbid

Bagi individu yang sudah memiliki riwayat penyakit jantung atau komorbiditas lain, dokter sangat menganjurkan untuk melakukan konsultasi medis terlebih dahulu sebelum memulai rutinitas olahraga tertentu.

Langkah ini penting untuk menentukan jenis, porsi, dan durasi latihan yang aman sesuai daya tahan tubuh.

Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa kondisi kesehatan dan mendengarkan alarm tubuh sebelum memulai latihan.

Olahraga yang terukur dan disesuaikan dengan kapasitas stamina akan memberikan manfaat optimal tanpa menimbulkan risiko kesehatan fatal. (*)

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
Kondisi Fisik medis olahraga serangan jantung