RADARTUBAN – Pernikahan tidak cukup hanya dibangun dengan rasa cinta. Calon pasangan juga perlu mempertimbangkan kecocokan, karakter, dan kesiapan sebelum memutuskan untuk menikah.
Hal tersebut disampaikan marriage advisor Purwa Hartono dalam podcast Room for Improvement di kanal YouTube Rory Asyari. Ia membagikan pandangannya berdasarkan pengalaman menjalani pernikahan selama 43 tahun setelah sebelumnya berpacaran selama lima tahun.
Menurut Purwa, banyak orang merasa takut menikah karena belum memahami kehidupan pernikahan. Karena itu, calon pasangan perlu membekali diri dengan pengetahuan dan tidak terburu-buru dalam menentukan pilihan.
“Pernikahan itu bukan hanya about love. Jadi kalau saya boleh kasih nasihat nih sebetulnya ada istilah 2 H dan 1 T,” ujar Purwa hartono.
Baca Juga: Andre Taulany Menikah dengan Amanda Rigby, Erin Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan
Konsep 2H1T yang dimaksud terdiri dari Heart, Head, dan Time. Heart berkaitan dengan rasa cinta sebagai dasar hubungan.
Sementara Head berarti menggunakan pertimbangan dan kebijaksanaan untuk mengenali karakter serta kecocokan calon pasangan.
Adapun Time menekankan pentingnya memberikan waktu untuk mengenal pasangan secara lebih mendalam.
Masa berpacaran dapat dimanfaatkan untuk membicarakan visi masa depan, nilai yang dianut, serta melihat konsistensi sikap pasangan dalam berbagai situasi.
Purwa juga mengingatkan agar seseorang tidak hanya melihat harapan atau potensi pasangannya, tetapi memperhatikan pola perilaku yang ditunjukkan saat ini. Menurutnya, hubungan membutuhkan kemauan untuk terus belajar dan memahami pasangan.
“Jadi kalau menurut saya kegagalan manusia itu cuma karena satu sebab. Anda sok tahu. Enggak mau belajar tahu,” kata Purwa Hartono.
Melalui konsep tersebut, Purwa menekankan bahwa keputusan menikah membutuhkan proses pengenalan yang matang.
Waktu berpacaran dapat menjadi kesempatan untuk memahami pasangan sebelum melangkah ke kehidupan pernikahan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni