Mengenal Unlearning, Proses Menghapus Pola Lama dan Membuka Ruang Baru untuk Berkembang

Sita Devi Alfiyah • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 10:33 WIB
Ilustrasi melepas beban dan menata pikiran. (Radar Tuban/ AI)
Ilustrasi melepas beban dan menata pikiran. (Radar Tuban/ AI)

RADARTUBAN - Menambah pengetahuan baru tidak selalu cukup untuk membuat seseorang berkembang. 

Ada kalanya, seseorang justru perlu melakukan unlearning atau melepaskan pola pikir dan keyakinan lama yang sudah tidak lagi relevan.

Pentingnya proses tersebut dibahas kanal YouTube Irenethejournal. 

Irene menggambarkan pikiran manusia seperti selembar kertas yang telah dipenuhi coretan spidol hitam.

Baca Juga: Bongkar Rahasia Growth Mindset Gen Z, Sadam Permana Bagikan Pengalaman di Channel Raditya Dika

Menurut analogi tersebut, menambahkan ilmu, strategi, atau gagasan baru di atas pola lama tidak akan menghasilkan perubahan optimal jika catatan sebelumnya tidak pernah dibersihkan.

"Masalah terbesarmu saat ini bukanlah kekurangan informasi baru, masalah terbesarmu adalah buku batinmu sudah terlalu penuh dengan catatan-catatan lama yang belum pernah kamu hapus," ujar Irene dalam video tersebut.

Otak Juga Memangkas Koneksi yang Tak Dibutuhkan

Dalam konteks neurosains, otak memiliki mekanisme yang dikenal sebagai synaptic pruning atau pemangkasan sinapsis. 

Proses ini membantu otak mengurangi koneksi saraf yang tidak lagi dibutuhkan sehingga sumber daya dapat lebih banyak digunakan untuk koneksi yang dianggap relevan.

Irene kemudian mengibaratkan proses tersebut seperti memangkas ranting pohon yang sudah kering. 

Dengan mengurangi bagian yang tidak lagi diperlukan, ruang dan sumber daya dapat diarahkan untuk pertumbuhan baru.

Namun, manusia juga memiliki kecenderungan mempertahankan pola yang sudah familiar. 

Pola tersebut bekerja seperti jalan pintas (shortcuts) yang membantu otak menghemat energi sekaligus memberikan rasa kepastian.

Kecenderungan mempertahankan keyakinan lama juga dapat diperkuat oleh confirmation bias. 

Fenomena ini membuat seseorang lebih mudah memperhatikan atau menerima informasi yang sesuai dengan keyakinan yang sudah dimilikinya.

Pola Lama Bisa Menghambat Pengambilan Keputusan

Ketika pola lama terus dipertahankan tanpa dievaluasi, dampaknya dapat muncul dalam berbagai aspek kehidupan. 

Di antaranya kelelahan intelektual (intellectual burnout), kesulitan menentukan pilihan atau decision paralysis, hingga kecenderungan mengulangi pola hubungan yang tidak sehat.

Dalam kondisi tertentu, keterikatan terhadap keyakinan lama juga dapat membuat seseorang kesulitan mengenali keinginan dan nilai dirinya sendiri. 

Akibatnya, keputusan yang diambil lebih banyak dipengaruhi kebiasaan atau ekspektasi lama daripada kebutuhan aktual.

Karena itu, unlearning bukan berarti melupakan seluruh pengalaman atau pengetahuan yang pernah dimiliki. 

Proses tersebut lebih berkaitan dengan kemampuan mengevaluasi kembali keyakinan, kebiasaan, dan pola pikir yang selama ini dianggap benar.

Dengan memberi ruang untuk mempertanyakan kembali hal-hal yang sudah tidak relevan, seseorang dapat lebih terbuka terhadap perspektif dan gagasan baru.

Pada akhirnya, proses tersebut diharapkan membantu individu melepaskan beban pola lama sekaligus menciptakan ruang bagi pertumbuhan diri, ketenangan, dan kehidupan yang lebih sesuai dengan nilai yang ingin dijalani. (*)

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
unlearning pola lama pertumbuhan diri berkembang melepaskan