RADARTUBAN - Introvert, pemalu, dan social anxiety sering dianggap sebagai kondisi yang sama karena sama-sama dapat membuat seseorang terlihat pendiam, padahal ketiganya memiliki pengertian dan karakteristik yang berbeda.
Menurut kanal YouTube Satu Persen Indonesian Life School dalam video bertajuk "Perbedaan Introvert, Pemalu, dan Social Anxiety yang perlu dipahami!"
Seorang introvert cenderung merasa lebih berenergi ketika memiliki waktu untuk sendiri.
Baca Juga: Apa Itu NPD? Kenali Ciri-Ciri, Penyebab, dan Dampak Buruk Gangguan Kepribadian Narsisistik
Sementara itu, sifat pemalu lebih berkaitan dengan rasa takut atau khawatir terhadap penilaian negatif dari orang lain dalam situasi sosial.
Sedangkan kecemasan sosial (social anxiety) merupakan kondisi yang lebih serius dan dapat membutuhkan bantuan dari tenaga profesional.
Dalam video tersebut dijelaskan bahwa rasa malu merupakan hal yang wajar dan dapat dialami siapa saja.
Meski demikian, rasa malu tetap dapat diatasi melalui latihan dan kebiasaan yang tepat.
Cara Mengatasi Rasa Malu
Bagi seseorang yang kerap merasa grogi atau canggung ketika berinteraksi dengan orang lain, terdapat beberapa langkah sederhana yang dapat dicoba dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satunya dengan tidak memasang ekspektasi terlalu tinggi terhadap diri sendiri.
Selain itu, seseorang dapat belajar fokus pada situasi yang sedang dihadapi melalui latihan kesadaran serta mencoba mengawali percakapan dengan mengajukan pertanyaan kepada lawan bicara.
"Jadi kalau lo pemalu dan lo mau mengatasinya, ya lo harus sadar bahwa hal ini adalah hal yang wajar. Tapi ingat kalau enggak ngapa-ngapain, maka masalahnya enggak akan selesai-selesai," ujar narasumber dalam video tersebut.
Berani Memulai Perubahan
Introvert, sifat pemalu, dan social anxiety bukanlah tiga hal yang dapat disamakan.
Masing-masing memiliki karakteristik kepribadian yang berbeda sehingga penting untuk memahami kondisi tersebut secara tepat.
Perubahan dalam menghadapi rasa tidak nyaman di situasi sosial juga dapat dimulai secara bertahap.
Keberanian mengambil langkah kecil untuk menghadapi kondisi tersebut dapat menjadi awal dari proses perubahan. (*)
Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari