Jangan Asal Cari Jodoh! Psikolog Sarankan Kenali Diri sebelum Mencari Pasangan

Shafa Dina Hayuning Mentari • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 17:54 WIB
Ilustrasi perempuan yang sudah menerima dirinya sendiri. (radar tuban/ AI)
Ilustrasi perempuan yang sudah menerima dirinya sendiri. (radar tuban/ AI)

RADARTUBAN - Memilih pasangan hidup bukan sekadar mencari seseorang yang menarik atau memiliki banyak kesamaan.

Kesadaran diri, kecocokan nilai hidup, serta kesiapan emosional menjadi faktor penting untuk membangun hubungan yang sehat dan bertahan dalam jangka panjang.

Hal tersebut dibahas psikolog Sabrina Maidah, M.Psi., dalam podcast kanal YouTube JC Dawn bertajuk “Psikolog Bongkar Cara Cari Jodoh yang Tepat!”.

Dalam tayangan tersebut, Sabrina menekankan pentingnya mengenali diri sendiri sebelum memutuskan menjalin komitmen dengan orang lain.

Baca Juga: Sering Cekcok dengan Pasangan? Tsamara Fahrana Ungkap Cara Mengelola Emosi Agar Hubungan Tetap Sehat

Seseorang perlu memahami kebutuhan emosional, nilai-nilai pribadi, serta pengalaman masa lalu yang belum terselesaikan.

Pemahaman tersebut membantu seseorang menghindari ekspektasi yang tidak realistis terhadap calon pasangan.

Sebab, hubungan yang sehat tidak hanya bergantung pada sosok yang dipilih, tetapi juga kesiapan masing-masing pihak dalam menjalaninya.

“Sebelum sibuk mencari kriteria pasangan yang sempurna, tanyakan dulu pada diri sendiri apakah kita sudah menjadi versi diri yang siap dan layak untuk hubungan yang sehat,” ungkap Sabrina dalam tayangan tersebut.

Kenali Diri Sebelum Menentukan Kriteria Pasangan

Kesadaran diri atau self-awareness menjadi salah satu fondasi dalam menentukan pasangan hidup.

Dengan mengenali kebutuhan dan nilai pribadi, seseorang dapat lebih memahami hubungan seperti apa yang ingin dibangun.

Selain itu, pengalaman dan luka emosional dari hubungan sebelumnya juga perlu dipahami.

Hal ini penting agar persoalan masa lalu tidak terus terbawa dan memengaruhi hubungan baru.

Sabrina juga menyoroti pentingnya memahami attachment style atau gaya keterikatan.

Pola ini dapat memengaruhi cara seseorang membangun kedekatan dan merespons dinamika dalam hubungan.

Beberapa gaya keterikatan yang dikenal antara lain aman (secure), cemas (anxious), dan menghindar (avoidant).

Mengenali kecenderungan tersebut dapat membantu seseorang memahami pola interaksi sekaligus memperbaiki cara berkomunikasi dengan pasangan.

Kecocokan Nilai Hidup Lebih dari Sekadar Chemistry

Selain kesiapan emosional, kecocokan atau compatibility juga menjadi pertimbangan penting dalam memilih pasangan.

Keselarasan nilai hidup dan visi masa depan dinilai lebih mendasar dibandingkan sekadar ketertarikan fisik atau chemistry sesaat.

Hubungan yang kuat membutuhkan komitmen dari kedua pihak untuk saling memahami dan bertumbuh.

Karena itu, proses mencari pasangan bukan hanya tentang menemukan sosok yang dianggap tepat, tetapi juga membangun kapasitas diri agar mampu menjalani hubungan secara sehat.

“Jodoh bukan hanya tentang menemukan orang yang tepat, tetapi juga tentang bagaimana kedua pihak berkomitmen untuk tumbuh dan saling melengkapi secara emosional,” tambahnya.

Melalui pembahasan tersebut, masyarakat diajak lebih bijak dalam menentukan pasangan hidup.

Komunikasi terbuka, kesehatan mental, serta kesamaan visi jangka panjang menjadi sejumlah hal yang perlu diperhatikan sebelum membangun komitmen. (*)

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
kecocokan jodoh kesehatan mental Emosional pasangan hidup