Kenyang Lebih Lama Saat Puasa Intermiten, Ini Resep Air Jahe dan Lemon ala Dr. Eric Berg

Shafa Dina Hayuning Mentari • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 14:18 WIB
Air jahe dan lemon. (unsplash.com/ Julia Vivcharyk)
Air jahe dan lemon. (unsplash.com/ Julia Vivcharyk)

RADARTUBAN - Rasa lapar yang muncul di tengah menjalani intermittent fasting atau puasa intermiten menjadi salah satu tantangan yang kerap dihadapi.

Kondisi tersebut dapat membuat sebagian orang kesulitan mempertahankan jadwal puasa sesuai target.

Pakar kesehatan dan nutrisi Dr. Eric Berg membahas salah satu minuman yang menurutnya dapat membantu menghadapi rasa lapar saat menjalani puasa intermiten maupun diet ketogenik.

Dalam tayangan video di kanal YouTube resminya berjudul Use Ginger Lemon Water to Do Intermittent Fasting Longer, dia menjelaskan kombinasi air jahe dan lemon.

Baca Juga: Ramuan Herbal untuk Batu Ginjal, Ini Manfaat Alang-Alang, Kumis Kucing, dan Sereh

Menurut Dr. Berg, jahe memiliki kandungan antioksidan dan fitonutrien yang dapat mendukung pengendalian insulin serta kestabilan gula darah.

Kondisi tersebut disebut berkaitan dengan rasa lapar yang muncul ketika seseorang sedang berpuasa.

"Jahe memiliki kandungan antioksidan dan fitonutrien yang luar biasa untuk membantu menurunkan kadar insulin serta menjaga stabilitas gula darah. Ketika gula darah dan insulin tetap terkontrol, rasa lapar di tengah puasa akan berkurang secara drastis, sehingga Anda bisa menjalani puasa lebih lama dengan nyaman," ungkap Dr. Eric Berg dalam video tersebut.

Jahe Disebut Bantu Kendalikan Rasa Lapar

Jahe telah lama digunakan sebagai bahan alami dan dikenal memiliki kandungan antiinflamasi serta antioksidan.

Dalam pemaparan Dr. Berg, jahe juga disebut berpotensi membantu menjaga kadar insulin dan gula darah.

Pengendalian kedua hal tersebut dinilai penting ketika seseorang menjalani puasa intermiten.

Sebab, kestabilan gula darah dan insulin disebut dapat membantu mengurangi sinyal lapar selama periode tidak makan.

Selain jahe, lemon juga menjadi bagian penting dalam minuman tersebut.

Lemon mengandung sitrat yang dalam pemaparan Dr. Berg dikaitkan dengan pencegahan pembentukan batu ginjal, terutama pada kondisi tertentu yang dapat meningkatkan risiko batu ginjal.

Lemon juga mengandung vitamin C sehingga memberikan tambahan asupan nutrisi dalam minuman tersebut.

Cara Membuat Air Jahe dan Lemon

Pembuatan minuman ini cukup sederhana.

Sekitar seperempat cangkir jahe parut direndam dalam air selama 30–60 menit. Setelah itu, serat jahe disaring menggunakan kain saring bersih.

Air hasil rendaman kemudian dicampur dengan perasan satu buah lemon utuh.

Minuman tersebut dapat dikonsumsi saat perut kosong sesuai jadwal puasa yang dijalani.

Dr. Berg menyebut air jahe dan lemon tersebut dapat dikonsumsi selama periode puasa dan tidak menyebabkan lonjakan insulin seperti konsumsi makanan.

Minuman ini juga disebut dapat membantu seseorang menjalani puasa lebih lama.

Meski demikian, respons tubuh terhadap puasa maupun konsumsi bahan tertentu dapat berbeda pada setiap orang.

Terlebih bagi orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang mengonsumsi obat.

Penggunaan pola puasa dan minuman herbal sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing serta dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan. (*)

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
puasa intermiten intermitten fasting air jahe dan lemon minuman herbal rasa lapar