Mengapa Hidup Terasa Membosankan Meski Rutinitas Berjalan Normal? dr. Jiemi Sp.KJ Beberkan Alasannya

Shafa Dina Hayuning Mentari • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 15:26 WIB
Ilustrasi saat kehilangan semangat untuk beraktivitas. (Radar Tuban/ AI)
Ilustrasi saat kehilangan semangat untuk beraktivitas. (Radar Tuban/ AI)

RADARTUBAN – Rutinitas yang berulang, tuntutan pekerjaan, dan tekanan kehidupan modern dapat membuat seseorang kehilangan antusiasme menjalani hari.

Meski berbagai tanggung jawab tetap terselesaikan, hidup terkadang terasa hambar dan tidak lagi memberikan kegembiraan seperti sebelumnya.

Persoalan hilangnya semangat hidup dibahas dalam podcast Ruang Tunggu bertajuk Mencari Kembali Spark yang Hilang dalam Hidup.

Dalam pembahasan tersebut, dr. Jiemi Ardian, Sp.KJ, menyoroti pentingnya mengenali kondisi diri dan kebutuhan yang terabaikan di tengah kesibukan.

Baca Juga: Mental Issue Bukan Berarti Kurang Iman, Ustaz Felix Siauw Jelaskan dari Sudut Pandang Islam

"Ketika seseorang kehilangan semangat dan merasa hidupnya berjalan di atas auto-pilot tanpa arah yang jelas, itu adalah sinyal kuat dari pikiran dan tubuh bahwa mereka butuh berhenti sejenak untuk mengevaluasi ulang apa yang benar-benar penting bagi diri mereka," ungkap dr. Jiemi.

Kehilangan spark atau percikan semangat tidak selalu sekadar kelelahan biasa.

Kondisi ini dapat ditandai dengan hilangnya minat terhadap aktivitas yang sebelumnya disukai, perasaan hampa, hingga kelelahan emosional berkepanjangan.

Kenali Tanda Kehilangan Semangat dan Terjebak Rutinitas

Kehilangan semangat tidak selalu terlihat dari menurunnya produktivitas.

Seseorang mungkin tetap bekerja dan menyelesaikan tanggung jawab, tetapi tidak lagi menikmati prosesnya.

Hobi yang dahulu menyenangkan bisa mulai ditinggalkan karena terasa membosankan.

Sementara itu, kebiasaan menjalani hidup dalam mode auto-pilot membuat seseorang jarang mengevaluasi kebutuhan pribadi.

Hari-hari terus berlalu dengan pola yang sama, sedangkan waktu untuk beristirahat dan melakukan aktivitas bermakna semakin berkurang.

Untuk mengenali kondisi tersebut, seseorang dapat mulai bertanya kepada diri sendiri.

Apa yang membuat rutinitas terasa melelahkan, aktivitas apa yang sudah lama ingin dilakukan, dan apakah ada kebutuhan pribadi yang terus ditunda demi memenuhi tuntutan sehari-hari?

Pertanyaan sederhana ini dapat membantu memahami penyebab kejenuhan dan menentukan perubahan yang realistis.

Jika kehilangan minat dan kelelahan emosional berlangsung lama hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian lebih lanjut.

Mulai dari Jeda dan Kebiasaan Kecil untuk Menemukan Kembali Spark

Memulihkan semangat tidak selalu membutuhkan perubahan besar.

Mengambil jeda dapat menjadi kesempatan untuk beristirahat, mengevaluasi rutinitas, dan kembali mengenali kebutuhan diri.

Langkah sederhana yang bisa dicoba antara lain membaca buku, berjalan santai, mendengarkan musik, menekuni hobi, atau menghabiskan waktu bersama orang terdekat.

Mencoba pengalaman baru dan mempelajari keterampilan juga dapat menghadirkan variasi dalam keseharian.

Selain itu, menetapkan batasan yang sehat penting untuk menjaga keseimbangan antara tanggung jawab dan kebutuhan pribadi.

Belajar mengatakan tidak pada tuntutan yang melampaui kemampuan dapat membantu mencegah energi terus terkuras.

Pemandu podcast Ruang Tunggu turut menekankan bahwa menemukan kembali semangat bukan tentang mengejar pencapaian besar atau menjadi orang lain.

"Menyalakan kembali percikan semangat dalam hidup bukanlah tentang menjadi orang lain yang lebih sukses secara instan, tetapi tentang merawat kembali rasa ingin tahu, keberanian berekspresi, dan kebahagiaan dari hal-hal sederhana di sekitar kita," tambahnya.

Dengan demikian, menemukan kembali spark bukan berarti memaksa diri untuk selalu produktif atau bahagia.

Proses ini membutuhkan waktu, kesediaan memahami kondisi diri, dan keberanian memberi perhatian pada hal-hal yang selama ini terabaikan. (*)

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
gairah hidup kehilangan semangat perasaan hampa rutinitas mental