Tips Pengembangan Diri dan Disiplin Ala Erwin Parengkuan

Salsa Mardhotun Nafisah • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:05 WIB
Ilustrasi pentingnya keberanian memulai bertindak tanpa menunggu waktu sempurna demi mengoptimalkan potensi diri. (Radar Tuban/ AI)
Ilustrasi pentingnya keberanian memulai bertindak tanpa menunggu waktu sempurna demi mengoptimalkan potensi diri. (Radar Tuban/ AI)

RADARTUBAN – Pengembangan potensi diri membutuhkan keberanian untuk memulai, kedisiplinan, dan kesediaan menjalani proses panjang.

Pakar komunikasi Erwin Parengkuan menilai banyak orang sulit berkembang karena terlalu banyak berpikir, takut gagal, dan menunggu waktu yang dianggap tepat.

Hal tersebut disampaikan Erwin dalam podcast Suara Berkelas bersama Bilal. Dalam perbincangan tersebut, dia membagikan pengalamannya membangun karier, mulai dari menjadi penyiar radio hingga mengembangkan bisnis di bidang pelatihan komunikasi.

Erwin menceritakan ketertarikannya menjadi penyiar radio sudah muncul sejak duduk di bangku SMP.

Baca Juga: Upaya Millen Melawan Oknum Fotografer Cabul di Jember. Keberaniannya Dorong 30 Korban untuk Bersuara

Dia bahkan menghubungi Radio Prambors untuk menanyakan persyaratan menjadi penyiar. Namun, saat itu dia belum memenuhi salah satu syarat, yakni minimal duduk di semester pertama perkuliahan.

Kesempatan kembali datang ketika radio tersebut membuka pendaftaran penyiar. Erwin akhirnya mencoba melamar meskipun merasa belum memiliki banyak pengalaman.

Setelah melalui seleksi dan pelatihan selama 40 hari, dia mendapat kesempatan mengudara pada 1989.

Pengalaman tersebut mengajarkannya bahwa keinginan perlu diikuti tindakan nyata.

Menurutnya, seseorang tidak harus menunggu sampai merasa benar-benar siap untuk memulai sesuatu yang ingin dicapai.

“Until you die. There is no such perfection. Enggak ada waktu yang sempurna karena akan terlalu banyak excuses,” ujar Erwin.

Dia juga menyoroti kebiasaan menunda yang dapat menghambat perkembangan seseorang.

Ketakutan terhadap penolakan, kekhawatiran akan penilaian orang lain, dan keinginan untuk selalu terlihat sempurna sering kali membuat seseorang enggan mencoba hal baru.

Menurut Erwin, mengembangkan potensi diri juga membutuhkan proses belajar yang berkelanjutan. Seseorang perlu membangun keterampilan, memperluas wawasan, serta berani menerima kritik untuk memperbaiki kekurangan.

Dia mengungkapkan, perjalanan kariernya sebagai fasilitator pelatihan komunikasi tidak selalu berjalan mulus.

Baca Juga: Mantan Rapper BigBang TOP Tuai Kritik atas Perannya di Squid Game 2, Sutradara : Dia Butuh Banyak Keberanian

Pada lima tahun pertama, dia menghadapi berbagai kritik terkait metode pelatihan yang dibawakannya. Alih-alih mengabaikan masukan tersebut, dia menjadikannya bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas diri.

Selain itu, Erwin menekankan pentingnya kedisiplinan dan konsistensi dalam mencapai tujuan.

Menurutnya, pencapaian tidak hanya ditentukan oleh bakat, tetapi juga oleh usaha yang dilakukan secara terus-menerus.

“Jadi jangan pernah berpikir ada shortcut. Lu mimpi sampai lu mampus enggak ada shortcut. El mesti tukar waktu lo dengan effort,” kata Erwin.

Dia juga menyarankan agar seseorang mengenali kekuatan dirinya dan menentukan tujuan secara spesifik.

Salah satu caranya adalah menuliskan target yang ingin dicapai, kemudian melakukan evaluasi secara berkala untuk mengetahui langkah yang perlu dilakukan.

Lingkungan yang mendukung juga dapat membantu seseorang berkembang. Jika belum menemukan lingkungan yang sesuai, membaca buku, mengikuti pembelajaran, dan mencari mentor dapat menjadi alternatif untuk menambah wawasan.

Melalui pengalamannya, Erwin menegaskan bahwa mengembangkan potensi diri bukan proses instan. Keberanian untuk memulai, keterbukaan terhadap evaluasi, serta kedisiplinan menjalani proses menjadi bekal penting agar seseorang dapat terus belajar dan mencapai tujuan yang diinginkan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
erwin parengkuan disiplin komunikasi berkembang keberanian