RADARTUBAN – Mengenal karakter pasangan bisa dilakukan lewat banyak cara—dari MBTI, zodiak, hingga Enneagram.
Tapi pernahkah kamu menyadari bahwa urutan kelahiran dan bahasa cinta (love language) juga saling terhubung?
Menurut Dr. Gary Chapman, pakar hubungan yang mempopulerkan konsep love language lewat bukunya The 5 Love Languages (1992), ada lima cara seseorang menunjukkan dan menerima cinta:
-
Words of Affirmation: mengandalkan pujian dan kata-kata penyemangat
-
Acts of Service: senang diberi bantuan dalam bentuk nyata
-
Physical Touch: merasa dicintai lewat sentuhan
-
Receiving Gifts: menghargai pemberian kecil yang penuh makna
-
Quality Time: merasa spesial saat diberi perhatian penuh
Nah, serunya, urutan kelahiran kita dalam keluarga—apakah kamu anak sulung, tengah, bungsu, atau tunggal—bisa membentuk cara kita mencintai dan ingin dicintai.
Yuk, intip hubungannya:
Anak Sulung – Acts of Service Biasanya tumbuh dengan beban tanggung jawab lebih besar, anak sulung cenderung menyukai pasangan yang bisa diandalkan.
Bagi mereka, cinta terasa nyata ketika pasangannya ikut membantu menyusun rencana atau sekadar menawarkan bantuan tanpa diminta.
Anak Tengah – Quality Time Kalem dan cenderung menghindari konflik, anak tengah menghargai hubungan yang tenang namun intim.
Quality time yang tulus—menonton film bareng tanpa gangguan ponsel, atau ngobrol santai sambil minum kopi—sudah cukup membuat mereka merasa dihargai.
Anak Bungsu – Receiving Gifts Terbiasa menjadi pusat perhatian di masa kecil, anak bungsu biasanya menyukai bentuk kasih sayang yang terlihat secara konkret.
Hadiah kecil yang penuh perhatian bisa terasa sangat bermakna, apalagi jika sifatnya mengejutkan atau personal.
Anak Tunggal – Words of Affirmation Sebagai anak satu-satunya, mereka sering tumbuh dengan ekspektasi tinggi dari lingkungan.
Tak heran jika kata-kata apresiasi dan pengakuan sangat penting bagi mereka.
Pujian tulus, ucapan terima kasih, atau “kamu hebat” bisa memberikan dampak besar pada rasa percaya diri mereka.
Kalau kamu penasaran love language-mu cocoknya dengan siapa, atau ingin bahas lebih lanjut soal dinamika kepribadian pasangan, aku siap bantu kupas lebih dalam. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama