Dilansir dari jpnn.com, peristiwa tersebut terjadi Senin (12/9). Saat itu, pria yang juga perangkat Desa Sambongrejo, Kecamatan Semanding itu hendak mengambil uang yang baru ditransfer temannya senilai Rp 506.000. Karena lupa PIN (personal identification number) ATM, Cahyo mengambil uang secara manual menggunakan buku tabungan melalui teller bank. Setelah ambil uang, Cahyo terkejut saldo yang tertulis di buku tabungannya luar biasa besarnya.
Merasa khawatir, kepala urusan keuangan Desa Sambongrejo ini lantas mempertanyakan saldo uang tersebut kepada teller bank. Petugas bank pun mencoret saldo yang tertera dalam buku tabungan menggunakan pensil. Petugas bank itu mengakui ada kesalahan pada sistem komputer yang membuat saldonya bertambah dengan nilai tidak wajar.
‘’Tiba-tiba teller mencoret buku tabungan yang tertulis saldo nominal Rp 14,8 triliun itu,’’ ungkapnya.
Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Pemimpin BNI Cabang Tuban Samsul Arief mengatakan, pihaknya sudah mendapat laporan terkait insiden dugaan salah transfer tersebut.
Menurut dia, ada kesalahan pencetakan angka, sehingga muncul saldo yang tidak wajar dalam buku tabungan salah satu nasabahnya.
‘’Kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Saat ini kami sedang melakukan perbaikan pencetakan buku tabungan atas perbedaan angka yang tidak wajar tersebut,’’ tutur dia.
Arief memastikan kesalahan pencetakan angka dalam buku tabungan ter sebut sudah diselesaikan. Kesalahan pencatatan angka dalam buku tabungan tersebut dipastikan tidak akan mengganggu jalannya pelayanan di BNI Tuban.
Dia menuturkan, pihak bank selalu melakukan pembenahan sistem agar membuat konsumen merasa aman menyimpan uangnya.
‘’Seluruh pelayanan kami tetap berjalan normal. Nasabah dapat terus bertransaksi dengan nyaman dan aman,’’ tegasnya. (yud/ds) Editor : Amin Fauzie