Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Mayoritas Warganya Miskin, Bergantung dengan Kabupaten Tetangga

Amin Fauzie • Senin, 6 Februari 2023 | 20:41 WIB
WILAYAH TERLUAR TUBAN: Tanggul Bengawan Solo di Desa Pilang Kecamatan Kanor, Bojonegoro, satu-satunya akses keluar—masuk Dukuh Pencol, Desa Campurejo, Kecamatan Rengel. (Andhika Feriawan/Radar Tuban)
WILAYAH TERLUAR TUBAN: Tanggul Bengawan Solo di Desa Pilang Kecamatan Kanor, Bojonegoro, satu-satunya akses keluar—masuk Dukuh Pencol, Desa Campurejo, Kecamatan Rengel. (Andhika Feriawan/Radar Tuban)
Radartuban.jawapos.com  - administratif, Dukuh Pencol termasuk Kabupaten Tuban. Namun, secara geografis tidak. Dukuh terpencil dari Desa Campurejo, Kecamatan Rengel ini berlokasi di seberang Bengawan Solo.  Dukuh ini berdekatan dengan Desa Pilang, Kecamatan Kanor, Bojonegoro.

Untuk sampai ke dukuh yang dihuni 74 kepala keluarga (KK) tersebut, Jawa Pos Radar Tuban harus melalui jalan memutar. Lebih dulu memasuki Kabupaten Bojonegoro. Sebab, tidak tersedia penyeberangan perahu dari Campurejo.

Perjalanan dengan sepeda motor dari pusat kota Kabupaten Tuban memerlukan waktu sekitar 1,5 jam. Begitu sampai di perbatasan Dukuh Pencol dengan Desa Pilang, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, pemandangan cukup ironi.

Photo
Photo
TETENGER: Patok perbatasan Kabupaten Tuban— Bojonegoro. Lokasinya di tepi ruas jalan utama Dukuh Pencol. Menancap di permukaan Bengawan Mati sisi selatan dukuh. (Andhika Feriawan/Radar Tuban)

Akses masuk ke Dukuh Pencol dari Pilang berupa tanggul dikeruk untuk jalan. Dukuhan ini berada di kawasan bantaran Bengawan Solo. Tak ada penanda yang jelas seperti seperti di tapal batas masuk desa atau dukuhan lain.

Gerbang masuk dukuh ini hanya berupa papan kayu disusun tiga. Bertuliskan Anda Masuk Dk. Pencol Ds. Campurejo Kec. Rengel.

Kondisi ironi semakin nampak ketika menyusuri satu-satunya akses jalan masuk dukuh tersebut. Jalan menanjak lalu menurun melewati tanggul yang dilapisi pedel tersebut tidak mulus.

Setiap kali hujan, jalan tersebut berubah menjadi lumpur putih dan sulit dilintasi kendaraan.

Sejumlah warga setempat yang ditemui war tawan koran ini menunjuk rumah salah satu ketua RT di Dukuh Pencol. Ketua RT merupakan satu-satunya representasi pemerintah di dukuh tersebut.

‘’Betul. Tak ada pamong di Dukuh Pencol. Kalau ada apa-apa, warga wadul-nya ke RT,’’ tutur Utomo, ketua RT 4 RW 3 Dukuh Pencol kemarin (5/2).

Dia menceritakan, Dukuh Pencol terdiri dari dua RT, meliputi RT 4 dan RT 5 di RW 3. Ketua RW-nya tidak tinggal di dukuh ini. Melainkan di Dukuh Ketapang, sisi dalam Kabupaten Tuban.

Pria yang menjabat ketua rukun tetangga sejak delapan tahun tersebut mengungkapkan, jumlah warganya 74 KK atau sekitar 150—170 orang.

‘’Hampir 90 persen mereka hidup dalam kemiskinan,’’ tuturnya.

Utomo mengatakan, selain miskin, dukuhnya terlilit dengan problem rendahnya sumber daya manusia (SDM). Hingga  tahun ini, tercatat ba ru tiga warganya yang bergelar sarjana. Terbanyak SD. Sisanya lulusan SMA dan SMP.

Rendah nya pendidikan menjadikan rata-rata pekerjaan warga setempat sebagai buruh tani. Hanya sebagian kecil yang pe dagang dan peternak.

‘’Pegawai negeri tidak ada,’’ be bernya.

Pria lulusan kejar paket C itu melanjutkan, kondisi ini tentu meresahkan. Terlebih, selama ini pemerintah daerah tidak memberikan atensi.

Utomo terang-terangan menyebut selama ini belum ada pembinaan konkret terkait skill maupun intelektualitas dari pemerintah.

‘’Mungkin, karena letak Dukuh Pencol yang terpisah dan sulit dijangkau,’’ ujarnya.

Termasuk pembangunan atau pemeliharaan infrastruktur, Dukuh Pencol juga tertinggal dari dukuh-dukuh lain di Desa Campurejo.

Pemeliharaan infrastruktur jalan kali terakhir dilakukan sekitar empat tahun silam. Kecamatan Rengel pernah menyampaikan rencana pembangunan jalan dukuh sepanjang 800 meter pada triwulan pertama tahun ini. Sumber dananya anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) 2023.

‘’Kami semua berdoa rencana tersebut terealisasi, ‘’ harapnya.

Bapak dua anak itu mengungkapkan, listrik masuk dukuhnya sejak akhir 1990-an. Mengalir dari gardu Perusahaan Listrik Negara (PLN) Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro. Sementara setrum tersebut hanya mengaliri rumah-rumah warga. Untuk penerangan jalan, beberapa tahun  terakhir baru terpasang 60 unit. Itu pun pemasangannya secara swadaya. Kondisi ini yang menjadikan sejumlah titik jalan masih gelap.

Di mana anak-anak Du kuh Pencol berse kolah? Utomo menyampaikan, karena terpisah dengan Tuban, seluruhnya di SD/MI dan SMP/MTS di Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro. Sedangkan SMA/SMK di Kecamatan Baureno.

Meski bersekolah di wilayah Bojonegoro, ketika kabupaten setempat meluncurkan program beasiswa, anak-anak Dukuh Pencol tidak terkaver. Itu karena secara administratif tak memungkinkan.

‘’Sedih kalau dapat cerita tu dari anak-anak,’’ keluhnya.

Begitu juga dengan fasilitas kesehatan. Utomo membeberkan, warga Dukuh Pencol bergantung dengan Kabupaten Bojonegoro. Bila warga dukuh ini sakit dan butuh perawatan medis, mereka langsung dibawa ke Puskesmas Kecamatan Kanor. Lagi-lagi, tidak di bawa ke Puskesmas Kecamatan Rengel atau Puskesmas Pembantu kecamatan yang sama karena persoalan jarak.  Termasuk soal rumah sakit. Rujukan warga Pencol juga bukan ke RSUD dr R. Koesma Tuban.

‘’Melainkan ke RS Bojonegoro di Kecamatan Sumberrejo,’’ jelasnya.

Lebih lanjut, ketua RT yang juga buruh tani itu berharap Pemkab Tuban memperhatikan Pencol.

‘’Selama ini, kades jarang ke sini. Justru camat Rengel cukup sering ke sini. Beliau (camat, Red) sangat peduli dengan Pencol,’’ pungkasnya. (sab/ds)

Baca Juga di versi cetak Radar Tuban: Tak Satu pun Bupati
Pernah Nyambangi Editor : Amin Fauzie
#wilayah terpencil tuban #dukuh pencol di radar tuban #dusun pencol #dusun terluar di kecamatan rengel #lokasi dusun pencol tuban #Dukuh Pencol Tuban