Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Diatensi Bupati, Thak-thakan Siap Di-Event-kan

Amin Fauzie • Minggu, 26 Februari 2023 | 20:30 WIB
Photo
Photo
Radartuban.jawapos.com -  Bupati Tuban Aditya Halindra Fardizky amat visioner dalam memandang Thak-thakan. Kesenian lokal membumi di desa-desa turut Kecamatan Tambakboyo itu, menurut bupati muda ini, memiliki potensi besar untuk go nasional, bahkan internasional. Mampu sejajar dan bersaing dengan kesenian lokal dari kabupaten/kota lain yang telah lebih dulu mewarnai khazanah kesenian di tingkat nasional atau internasional.

[irp posts="9426" ]

Bupati Linda meminta pemerintah kecamatan dan desa-desa bersangkutan menyikapi potensi Thak-thakan dengan program-program strategis.

‘’Pemkab sudah pasti akan mendukung,’’ tegasnya.

Salah satu bukti, pemkab telah menyukseskan Thak-thakan menjadi Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) Kabupaten Tuban.

Keputusan resmi mengenai hal itu diterbitkan Direktorat Jenderal Kekayaan Budaya Intelektual Kementerian Hukum dan HAM belum lama ini.

‘’Thak-thakan sudah resmi milik kita (Kabupaten Tuban, Red). Mari dirawat bersama,’’ tandasnya di sela kunjungan kerja beberapa hari lalu.

Selain dengan terus mementaskannya, mantan anggota DPRD Jawa Timur ini mengatakan, Thak-thak perlu dipariwisatakan.

Beberapa cara bisa dilakukan pemerintah kecamatan dan desa. Pertama, menghelat festival atau parade Thak-thakan besar-besaran sehingga layak dikunjungi masyarakat luar Kecamatan Tambakboyo atau Kabupaten Tuban.

Kedua, lanjut Bupati Lindra, pemerintah kecamatan dan desa bersangkutan mengajak para seniman/seniwati Thak-thakan membuka paket wisata edukasi. Beberapa kegiatannya mengenalkan legenda, sejarah, dan mitos Thak-thakan; mengenalkan ragam peranti pementasan Thak-thakan dan cara membuatnya; hingga mengenalkan sampai praktik cara-cara memainkan Thak-thakan.

Dengan dua cara tersebut, bupati opti mistis, Thak-thakan bakal terpariwisa takan. Menjadi
kesenian go nasional hingga internasional.

Dampak positif bidang ekonomi pasti besar. Salah satunya, para pengrajin souvenir atau peranti Thak-thakan bakal muncul.

Produk-produknya diperjualbelikan sebagai oleh-oleh bagi wisatawan festival atau wisata edukasi Thak-thakan itu.

Dikan, salah satu maestro Thak-thakan mengatakan, visionaritas Bupati Lindra amat didukungnya. Pihaknya akan sangat welcome jika pemerintah menggandeng segenap seniman/seniwati Thak-thakan untuk kemajuan kesenian rakyat yang telah membumi di Kecamatan Tambakboyo sejak sekian dasarwasa silam itu.

Pria 75 tahun asal Desa Kenanti, Kecamatan Tambakboyo ini mengakui, go nasional hingga internasional merupakan mimpi seniman/seniwati Thak-thakan saat ini.

‘’Lebih dari itu, kami juga bermimpi seluruh masyarakat Kabupaten Tuban mengetahui dan mencintai Thak-thakan. Tidak lagi sebatas masyarakat Kecamatan Tambak boyo saja,’’ tutur Ketua Paguyuban Thak-thakan Bledug Kenanti itu.

Untuk diketahui, dari 18 desa se-Kecamatan Tambakboyo, setidaknya ada 12 desa memiliki paguyuban Thak-thakan. Di antaranya, Desa Kenanti, Tambakboyo, Klutuk, Sobontoro, Dasin, Pulogede, Cokrowati, dan Belikanget. Kesemuanya memiliki ciri khas masing-masing. (sab/tok)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Amin Fauzie
#thak-thakan tuban #budaya tuban #Kesenian Lokal Tuban #thak-thakan #video thak-thakan