‘’Terbanyak pada Februari, totalnya men capai Rp 563 juta. Sedangkan Ja nuari Rp 61 juta,’’ kata Kepala Pelaksana BPBD Tuban Sudarmaji kemarin (1/3).
Disampaikan Darmaji—sapaan akrabnya—dampak kerugian paling besar disebabkan bencana banjir luapan Sungai Bengawan Solo pada pertengahan Februari lalu.
Kejadian bencana tersebut merendam persawahan dan pe mukiman di empat kecamatan, yakni Soko, Rengel, Plumpang, dan Widang.
[irp posts="10329" ]
‘’Banjir Bengawan Solo ini, taksiran kami menyebabkan kerugian hingga Rp 300 juta,’’ ujarnya.
Disampaikan Darmaji, besarnya dampak kerugian banjir sungai terpan jang di Pulau Jawa itu karena bah mengenangi 12 desa dari empat kecamatan sekaligus merendam persawahan seluas kurang lebih 327 hektare.
‘’Akibatnya banyak petani yang mengalami kerugian,’’ ujarnya.
Selain banjir Bengawan Solo, lanjut mantan Kabag Kesra Setda Tuban itu, kerugian materiel terbanyak lainnya juga disumbang dari bencana tanah longsor. Akibatnya dibutuhkan penanganan lebih lanjut berupa pengadaan bronjong untuk mencegah longsor lebih parah. Nominal taksiran kerugian mencapai sekitar Rp 200 juta.
‘’Longsor terjadi di beberapa titik, seperti Desa Kenongosari, Kecamatan Soko, dan dua desa di Kecamatan Jatirogo,’’ bebernya.
Berikutnya, bencana yang juga menyebabkan kerugian cukup banyak adalah puting beliung. Kerugiannya ditaksir hingga Rp 62 juta.
‘’Lain-lain seperti pohon tumbang,’’ tandasnya. (fud/tok)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Amin Fauzie