Kembali dibuatnya bubur di perkampungan Arab Tuban di Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban tersebut tidak hanya mempertahankan tradisi turun-temurun, namun juga mengobati kerinduan masyarakat Bumi Wali terhadap kuliner khas tersebut.
Ya, di perkampungan Arab Tuban, bubur suro atau bubur Arab identik dengan puasa Ramadan. Selain hanya dibuat pada Bulan Suci, juga karena rasanya khas rempah Arab. Berbeda dengan bubur sura pada umumnya yang dibuat warga pribumi.
Bahan utama penganan yang dimasak pada sebuah kuali besar berbahan kuningan selama 3-4 jam tersebut memang beras.
Hanya saja, untuk pelezatnya menggunakan beraneka rempah, santan, dan balungan sapi.
Ditambah seluruh pemasaknya dari kalangan keturunan Arab, menjadikan bubur ini berasa original Hadramaut, Yaman.
Hadramaut adalah kampung leluhur mayoritas keturunan Arab di Kutorejo.
''Saya membuat bubur sejak tahun 2000. Berarti sudah 23 tahun,'' ujar Abdul Tahir alias Habibi, 43, salah satu warga keturunan Arab pembuat bubur tersebut.
Habibi adalah generasi keenam penerus pembuat bubur sura.
''Seperti para pendahulu, saya memiliki tanggung jawab moral untuk meneruskan pembuatan bubur sura ini sampai kapan pun,'' tutur lulusan SMP Mualimin Tuban itu.
Di perkotaan Tuban, bubur ini hanya dibuat dalam jumlah besar di halaman Masjid Muhdor, Jalan Pemuda dan halaman Masjid Astana kompleks makam Sunan Bonang Tuban yang juga merupakan kawasan perkampungan Arab. Tradisi pembuatan bubur sura sudah berlangsung sejak ratusan tahun silam.
Karena bubur ini menjadi takjil puasa, maka pembagiannya pun menjelang maghrib sekitar pukul 16.30. Sebelum dibagikan, pengantre bubur dari berbagai daerah di Tuban sudah menyerbu sejak sore.
Mereka tidak hanya membawa mangkok dan rantang. Sebagian membawa panci dan timba. Pengantre yang membawa dua wadah yang disebut terakhir tersebut biasanya dari perwakilan musala.
Saiful, salah satu pengantre mengatakan, dirinya setiap tahun dirinya rutin mengantre. ‘’Rasanya enak, cocok untuk takjil buka puasa,’’ ujarnya. (ds)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Amin Fauzie