Kalau perolehan zakat dan infak Baznas Tuban sekarang baru Rp 10 miliar dan tahun depan ditargetkan Rp 13 miliar, itu hanya sebagian kecil.
''Baru 0,01 persen dari potensi keseluruhan,'' ujar Pimpinan Baznas RI Kolonel (purn) Nur Khamdani dalam sambutan penyerahan santunan yatim piatu di GOR Rangga Jaya Anoraga Tuban, Kamis (30/3) tanpa menjelaskan parameter penghitungannya.
Dia juga terang-terangan menyampaikan, Bumi Ronggolawe memiliki potensi muzakki atau orang yang membayar zakat cukup besar. Hanya saja, sekarang ini belum diakomodir dengan baik oleh Baznas Tuban.
Karena itulah, pensiunan anggota TNI itu berharap ke depan perolehan zakat di Tuban lebih ditingkatkan.
Khamdani juga mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakatnya melalui Baznas. Menurut dia, Baznas merupakan lembaga pemerintah nonstruktural yang diamanati undang-undang untuk mengelola zakat.
‘’Di sinilah (Baznas, Red) zakat bisa benar-benar teratur,’’ imbuh alumni Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Surabaya itu.
Mengapa harus ke Baznas? Khamdani mengemukakan, itu karena Baznas membagikan merata. Dia juga menyebut Baznas memiliki data dan teknologi yang berkolaborasi dengan pemerintah.
‘’Sementara jika melalui badan amil zakat lain potensinya tidak merata,’’ ujarnya.
Angka potensi zakat dan infak di Tuban yang mencapai Rp 1,1 triliun lebih per tahun terjawab dari penjelasan Sekda Tuban Budi Wiyana.
Dia menerangkan, hitungan potensi pendapatan zakat dan infak hingga Rp 1,1 triliun lebih itu berdasarkan jumlah penduduk, mata pencaharian, dan pendapatan masyarakat Tuban.
Terkait potensi tersebut, lanjut Budi, Baznas Tuban akan lebih memaksimalkan perolehan zakat.
‘’Tentu setelah ini akan menjaring para muzakki potensial untuk berzakat di Baznas,’’ ujarnya.
Budi, sapaannya, mengakui, perolehan zakat di Tuban masih mengandalkan muzakki prioritas. Mereka adalah pegawai negeri sipil (PNS) yang setiap bulan gajinya disisihkan
sebesar 2,5 persen untuk zakat. Selain abdi negara, ketentuan penyisihan sebagian gaji juga berlalu bagi karyawan perusahan swasta yang beroperasi di Tuban. (fud/ds)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Amin Fauzie