Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Potensi Zakat-Infak di Tuban Tembus Rp 1,1 Triliun Lebih

Amin Fauzie • Minggu, 2 April 2023 | 00:00 WIB
Photo
Photo
Radartuban.jawapos.comPotensi perolehan zakat dan infak di Tuban cukup besar. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI memerkirakan potensinya mencapai Rp 1,1 triliun lebih per tahun.

Kalau perolehan zakat dan infak Baznas Tuban sekarang baru Rp 10 miliar dan tahun depan ditargetkan Rp 13 miliar, itu hanya sebagian kecil.

''Baru 0,01 persen dari potensi keseluruhan,'' ujar Pimpinan Baznas RI Kolonel (purn) Nur Khamdani dalam sambutan penyerahan santunan yatim piatu di GOR Rangga Jaya Anoraga Tuban, Kamis (30/3) tanpa menjelaskan parameter penghitungannya.

Dia juga terang-terangan menyampaikan, Bumi Ronggolawe memiliki potensi muzakki atau orang yang membayar zakat cukup besar. Hanya saja, sekarang ini belum diakomodir dengan baik oleh Baznas Tuban.

Karena itulah, pensiunan anggota TNI itu berharap ke depan perolehan zakat di Tuban lebih ditingkatkan.

Khamdani juga mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakatnya melalui Baznas. Menurut dia, Baznas merupakan lembaga pemerintah nonstruktural yang diamanati undang-undang untuk mengelola zakat.

‘’Di sinilah (Baznas, Red) zakat bisa benar-benar teratur,’’ imbuh alumni Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Surabaya itu.

Mengapa harus ke Baznas? Khamdani mengemukakan, itu karena Baznas membagikan merata. Dia juga menyebut Baznas memiliki data dan teknologi yang berkolaborasi dengan pemerintah.

‘’Sementara jika melalui badan amil zakat lain potensinya tidak merata,’’ ujarnya.

Angka potensi zakat dan infak di Tuban yang mencapai Rp 1,1 triliun lebih per tahun terjawab dari penjelasan Sekda Tuban Budi Wiyana.

Dia menerangkan, hitungan potensi pendapatan zakat dan infak hingga Rp 1,1 triliun lebih itu berdasarkan jumlah penduduk, mata pencaharian, dan pendapatan masyarakat Tuban.

Terkait potensi tersebut, lanjut Budi, Baznas Tuban akan lebih  memaksimalkan perolehan zakat.

‘’Tentu setelah ini akan menjaring para muzakki potensial untuk berzakat di Baznas,’’ ujarnya.

Budi, sapaannya, mengakui, perolehan zakat di Tuban  masih mengandalkan  muzakki prioritas. Mereka adalah pegawai negeri sipil (PNS) yang setiap bulan gajinya disisihkan

sebesar 2,5 persen untuk zakat.  Selain abdi negara, ketentuan penyisihan sebagian gaji juga berlalu  bagi karyawan perusahan swasta yang beroperasi di Tuban. (fud/ds)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Amin Fauzie
#badan amil zakat #penghitungan zakat #zakat-infak #Baznas Tuban #Baznas