[irp posts="13257" ]
Manasik haji massal kedua sekaligus yang terakhir itu dibuka oleh Bupati Aditya Halindra Faridzky didampingi Kepala Kemenag Tuban Ahmad Munir.
Dalam sambutannya, Mas Lindra—sapaan bupati—menyampaikan, manasik haji adalah tahapan penting sebelum berangkat menjalankan ibadah haji yang sesungguhnya.
‘’Ketika manasik haji berjalan lancar, Insya Allah nanti—saat di Tanah Suci bisa menjalankan ibadah haji dengan lancar,’’ tuturnya.
Lebih lanjut Mas Lindra berpesan, seluruh jemaah diminta untuk selalu melakukan koordinasi dengan para pendamping, baik saat pemberangkatan maupun ketika berada di Tanah Suci. Sehingga tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.
‘’Terus komunikasi dengan pendamping. Yang muda selalu mengawal lansia, dan bawa obat-obatan secukupnya,’’ pesannya.
Selain itu, para jemaah juga diminta untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang berlebihan hingga waktu keberangkatannya nanti. Sebab, hal itu bisa mengganggu kesehatan.
‘’Silaturahmi secukupnya untuk sepakan ini. Jaga kesehatan, dan jika menemui kendala, seperti kondisi badan kurang sehat, sesegera mungkin melakukan koordinasi dengan tim medis. Ketika sudah berada di Tanah Suci, kami juga titip doa supaya Kabupaten Tuban bisa lebih baik dan maju,’’ tandas Mas Lindra.
Kepala Kemenag Tuban Ahmad Munir mengatakan, kegiatan manasik haji ini dipandu langsung dari petugas haji dan Kelompok Bimbingan Haji dan Umrah (KBIHU). Jemaah yang ikut manasik merupakan kuota pemberangkatan haji 2023.
Rinciannya, sebanyak 1.051 jemaah dari lunas tunda, urut porsi, dan prioritas lansia. Sisanya, 107 jemaah cadangan pertama, 78 jemaah cadangan kedua, dan 305 jemaah cadangan ketiga.
Adapun jemaah yang tidak melakukan pelunasan sebanyak 266 orang. Rinciannya, 103 jemaah dari lunas tunda, urut porsi, dan prioritas lansia. Sisanya dari jemaah cadangan satu, dua, dan tiga.
Untuk yang sudah melakukan pelunasan sebanyak 1.275 jemaah. Rinciannya, 948 jemaah dari lunas tunda, urut porsi dan prioritas lansia. Sedangkan dari cadangan satu, dua, dan tiga sebanyak 327 jemaah.
‘’Sementara 48 jemaah sudah melakukan pelunasan tapi tidak masuk pemberangkatan,’’ papar Munir.
Disampaikan Munir, manasik haji kedua secara massal ini diikuti oleh seluruh jemaah kuota pemberangkatan 2023.
Adapun total agenda manasik haji yang dilaksanakan Kemenag Tuban dibagi menjadi delapan. Dua dilakukan secara massal, dan enam lainnya digelar di Kantor Urusan Agama (KUA) masing-masing kecamatan.
‘’Ini (manasik massal kedua, Red) ini menjadi yang terakhir,’’ katanya.
Lebih lanjut Munir menyampaikan, dari total kuota 1.541 CJH yang diundang dalam manasik haji massal yang kedua itu, hingga batas terakhir perpanjangan waktu pelunasan, Jumat (19/5) lalu, baru 1.275 jemaah sudah melakukan pelunasan. Namun demikian, tidak semuanya berangkat.
Hingga kemarin (23/5), kepastian untuk CJH yang berangkat sebanyak 1.227 jemaah. Terbagi dalam tiga kloter, yakni 18, 19 dan 24.
‘’Untuk kloter 18 dan 19 berangkat 30 Mei, sedangkan kloter 24 berangkat 2 Juni,’’ jelasnya. (zid/tok)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Amin Fauzie