Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Didominasi Lansia, Hampir Separo CJH Tuban Berisiko Tinggi

Amin Fauzie • Kamis, 25 Mei 2023 | 16:00 WIB
PEMBEKALAN: Calon jemaah haji asal Tuban saat mengikuti manasik haji di Graha Sandiya, Selasa (23/5). (Zidni Ilman Nafia/Radar Tuban)
PEMBEKALAN: Calon jemaah haji asal Tuban saat mengikuti manasik haji di Graha Sandiya, Selasa (23/5). (Zidni Ilman Nafia/Radar Tuban)
Radartuban.jawapos.com – Beban petugas haji tahun ini bakal cukup berat. Sebab, hampir separo calon jemaah haji (CJH) memiliki riwayat kesehatan dengan risiko tinggi. Ditambah banyaknya jemaah kategori lansia tanpa pendamping dari anggota keluarga menyusul dihapusnya kebijakan penggabungan mahram.

[irp posts="13257" ]

Berdasar hasil pemeriksaan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Tuban, dari 1.227 jemaah asal Tuban yang sudah menjalani pemeriksaan, sebanyak 54 persen dinyatakan istitha’ah atau layak secara mental dan fisik untuk berangkat haji.

Sedangkan 46 persen sisanya memiliki bermacam gangguan kesehatan, seperti hipertensi, diabetes, hingga jantung.

‘’Itu sebabnya petugas kesehatan memiliki tanggung jawab cukup berat. Utamanya terhadap lansia di atas usia 60 tahun,’’ kata Kepala Dinkes P2KB Tuban Bambang Priyo Utomo kemarin (24/5).

Disampaikan Bambang, tahun ini jumlah petugas kesehatan yang disiapkan sebanyak lima orang. Tugasnya, memantau kondisi kesehatan jemaah dari mulai pemberangkatan, selama di Tanah Suci, hingga kepulangan.

‘’Mereka yang terpilih menjadi petugas haji adalah orang-orang terpilih sesuai kualifikasi yang dibutuhkan,’’ katanya.

Dari lima petugas kesehatan tersebut, tiga di antaranya adalah perawat, satu bidan, dan satu dokter. Proses rekrutmen petugas haji ini langsung dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Di antara syaratnya, pernah haji dan memiliki kualifikasi d
bidang kesehatan.

‘’Nanti akan mendampingi dan dibagi secara teknis bergantian ke tiga kloter, yakni kloter 18, 19, dan 24,’’ terang Bambang.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinkes P2KB Tuban Atiek Supratiningsih menam bahkan, kondisi cuaca di Tanah Suci saat ini cukup terik. Bahkan, suhunya mencapai 40-41 derajat Celsius.

‘’Dengan kondisi yang begitu terik, para jemaah kami imbau untuk membawa  persediaan air yang cukup, sehingga tidak mengalami dehidrasi. Terpenting lagi, juga harus mematuhi arahan petugas kesehatan yang mendampingi,’’ pesannya. (zid/tok)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Amin Fauzie
#cjh tuban #Haji #jamaah haji tuban #jadwal haji #kloter tuban