RADAR TUBAN – Kantong sejumlah staf Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tuban mulai mengering. Sudah hampir tujuh bulan mereka tidak menerima gaji. Saking lamanya tak menerima pemasukan, mereka terpaksa berutang guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Wakil Sekretaris KONI Tuban Ruwiyono mengatakan, tak kunjung turunnya gaji para staf lembaga yang membidangi pengelolaan, pembinaan, dan pengembangan olahraga itu disebabkan dana hibah sebesar Rp 700 juta tak kunjung dicairkan.
Padahal, laporan penggunaan dana hibah tahun sebelumnya atau tahun anggaran 2022—yang menjadi syarat pencairan sudah beres sejak 8 Januari lalu. Namun, hingga saat ini belum ada tanda-tanda dana yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2023 itu ba kal dicairkan.
‘’Alasannya masih proses verifikasi dari Inspektorat,’’ ujar Yono—sapaan akrab Ruwiyono.
Akibat dari lambatnya pencairan dana dari Pemkab Tuban tersebut, kini sepuluh staf tak digaji selama tujuh bu lan. Padahal, sebagian staf mengandalkan pendapatan dari KONI.
‘’Kalau yang punya pendapatan sampingan aman-aman saja, tapi kalau (yang mengandalkan gaji, Red) dari KONI harus utang dan lain sebagainya,’’ bebernya.
Selain gaji, lanjut Yono, operasional kantor juga terdampak akibat tak kunjung cairnya dana hibah dari Pemkab Tuban tersebut. Bahkan, untuk membayar tagihan listrik dan air pun tidak ada.
Diungkapkan dia, selama hampir setengah tahun ini, biaya operasional kantor ditanggung menggunakan uang pribadi pengurus.
‘’Bagi yang memiliki penghasilan, sebagian iuran (untuk memenuhi kebutuhan operasional, Red),’’ ujarnya begitu memprihatinkan.
Meski tidak ada anggaran, tegas pria yang juga Ketua Umum Pengurus Cabang Muaythai Indonesia Tuban itu, saban hari para staf KONI tetap ngantor seperti biasa.
‘’Kami sangat mengapresiasi dedikasi para staf KONI. Meski belum menerima gaji hampir enam bulan ini, mereka tetap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya seperti biasa,’’ katanya.
Masih dikatakan Yono, hal serupa juga terjadi pada 2022. Tahun lalu, pencairan dana hibah KONI juga telat hingga berbulan-bulan.
‘’Hampir sama, cuma lebih lama sekarang. Tahun lalu baru cair awal Juni,’’ tandasnya.
Dikonfirmasi selaku institusi yang mewenangi pencairan dana hibah tersebut, Sekretaris Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudpora par) Tuban Bredy Ariyanto menegaskan, dana hibah KONI masih proses verifikasi. Sehingga belum bisa dicairkan.
‘’Ini infonya masih proses verifikasi dari Inspektorat,’’ jawabnya singkat. (fud/tok)
----------------------------------------------------------------
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Muhammad Azlan Syah