RADAR TUBAN – Hampir dua bulan sejak selesai dibangun, Tuban Abirama tak kunjung dibuka. Ruang publik baru yang diproyeksikan menjadi pusat pemberdayaan dan eksistensi bagi para pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Bumi Ronggolawe tersebut masih menunggu launching.
Diwawancarai Jawa Pos Radar Tuban, Ketua Gerakan Kreatif Nasional (Gekrafs) Tuban Prasetyo Wahyu Pambudi menyayangkan belum dibukanya Tuban Abirama. Dia mengatakan, para pelaku ekraf yang digadang-gadang menjadi pengisi sudah
menunggu.
Apakah sejauh ini Pemkab Tuban sudah berkoordinasi dengan Gekrafs Tuban untuk pembukaan Tuban Abirama? Pras mengemukakan, sejauh ini belum pernah.
‘’Semoga, koordinasi dengan kami (Gekrafs, red) segera diagen dakan,’’ ujarnya kemarin (10/7).
Dia mengungkapkan, saat ini para pelaku ekraf sangat butuh tempat representatif.
‘’Selama ini belum ada tempat yang ideal bagi para pelaku ekraf untuk berkumpul-beraktivitas,’’ imbuhnya.
Karena itu, pria yang menggeluti batik eco print tersebut berharap setelah Tuban Abirama dibuka bisa menjadi pusat aktivitas para pelaku ekraf. Bahkan, ketika Pemkab Tuban menawarkan pengelolaan Tuban Abirama secara sharing kepada para pelaku ekraf, mereka menyambut baik.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menegah dan Perdagangan (Diskop UKM Perdag) Tuban Agus Wijaya belum merespons pertanyaan yang dikirim wartawan koran ini melalui pesan WhatsApp terkait rencana launching Tuban Abirama.(sab/ds)
----------------------------------------------------------------
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Amin Fauzie