RADAR TUBAN – Arak-arakan gunungan anyaman menjadi tradisi baru yang menghiasi perayaan hari Kemerdekaan ke-78 RI di Desa Kebomlati, Kecamatan Plumpang, Minggu (27/8).
Peringatan acara tersebut menjadi puncak kegembiraan masyarakat dari Kecamatan Plumpang dan Widang untuk berkumpul untuk merayakan sekaligus rebutan gunungan tinggi lima meter. Gunungan anyaman itu diisi dengan aneka sayur-sayuran hasil bumi.
Tradisi ini bukan hanya sekadar perayaan. Lebih dari itu, juga sebagai wujud penghormatan dan rasa syukur terhadap hasil bumi yang diberikan oleh alam kepada masyarakat Desa Kebomlati dan sekitarnya.
Sejak pagi ribuan masyarakat memadati jalan-jalan desa untuk ikut serta dalam arak-arakan gunungan anyaman yang menjadi ciri khas peringatan di desa tersebut.
Puncak acara adalah saat rebutan gunungan anyaman yang telah diisi dengan sayur-sayuran segar.
Gunungan tersebut menjadi simbol keberlimpahan dan kekayaan alam yang menjadi bagian kehidupan masyarakat.
Proses rebutan gunungan tidak hanya melibatkan kekuatan fisik, tetapi juga semangat kebersamaan.
Masyarakat saling membantu dalam memanjat gunungan, menciptakan tontonan yang mengasyikkan.
‘’Arak-arakan gunungan anyaman sayur ini adalah kegiatan perdana yang rencananya jadi rutin tahunan,’’ kata Bambang Budiono, warga setempat.
Bambang menuturkan, selain menjadi atraksi yang memeriahkan perayaan Hari Kemerdekaan, tradisi arak-arakan gunungan anyaman juga memiliki makna mendalam yang mendorong kesadaran akan pentingnya kebersamaan dalam menghadapi tantangan dan merayakan hasil kerja bersama. Masyarakat belajar untuk saling menghormati dan bekerja sama.
‘’Serta bersatu demi mencapai tujuan bersama, sebagaimana semangat perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan bangsa,’’ tandasnya. (yud/tok)
Editor : Muhammad Azlan Syah