Peringatan HUT Kemerdekaan ke-78 RI & Tasyakuran Warga Baru Tahun 2023
RADAR TUBAN - Pengurus Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Cabang Tuban selama dua malam berturut-turut, Kamis-Jumat (24-25 Agustus) menggelar acara Gebyar SH Terate Cabang Tuban.
Kegitan tersebut berlangsung di Padepokan Cabang, kawasan Jalan Tuban–Semarang, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.
Gebyar dihelat dalam rangka tasyakuran warga baru tahun 2023 sekaligus memperingati HUT Kemerdekaan ke-78 RI.
Kegiatan tersebut diselenggarakan mengingat pada tahun 1922 SH Terate didirikan Ki Hajar Hardjo Utomo yang juga pahlawan perintis kemerdekaan.
Di samping itu, juga sebagai salah satu perwujudan ajaran yang menguat sebagai tradisi keluarga besar SH Terate.
Pentas seni digelar dalam dua malam itu meng hadirkan bazar usaha mikro kecil menengah (UMKM), layanan gratis kepada anggota dan masyarakat, layanan Bank Jatim dan BMT Terate, serta pembagian doorprize hingga pembagian beras gratis kepada masyarakat.
Pentas Budaya
Selain menampilkan keahlian pencak silat seni dari para atlet dan perwakilan ranting, Gebyar SH Terate Cabang Tuban juga menghadirkan influencer sekaligus atlet SEA Games 2011 dan pengurus atlet pusat, Denny Aprisani. Dia hadir memberikan motivasi serta Teknik pertandingan.
Tujuannya, agar para atlet dan pelatih dapat me raih prestasi yang membanggakan.
Bahkan beberapa diantaranya men coba bertanding secara langsung dengan Youtuber silat yang memiliki 1,2 juta lebih pengikut tersebut.
Bahkan di malam kedua, Denny Aprisani sempat sambung persaudaraan (tanding persaudaraan) dengan Sekretaris Umum Pusat, Ir. Tono Suharyanto yang juga mantan atlet nasional.
Ini peristiwa bersejarah bagi SH Terate. Veteran atlet yang kini jadi tokoh pusat bersama dengan mantan atlet yang berubah jadi influencer itu bertanding di hadapan ribuan warga dan masyatakat yang hadir maupun melalui siaran langsung media sosial.
Tidak hanya itu, panitia juga menghadirkan pertunjukan Barongsai dari Klenteng Kwan Sing Bio Tuban, sehingga suasana semakin meriah.
Sedangkan malam kedua, digelar pagelaran wayang kulit dengan Ki Dalang Sigit Ariyanto, S.Sn. dengan lakon Wahyu Kamulyan Jati.
Hal ini menunjukkan SH Terate Cabang Tuban menunjung keragaman budaya dengan tetap meneguhkan dan melestarikan budaya asli bangsa Indonesia yakni pencak silat maupun wayang kulit.
Ketua SH Terate Cabang Tuban, H. Lamidi, S.P., menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam Gebyar SH Terate Cabang Tuban.
Menggerakkan Ekonomi
Dari puluhan stan yang berjualan, merupakan hasil produk makanan, minuman dan jasa hingga properti dari warga (anggota) SH Terate Cabang Tuban.
Tidak hanya itu, juga tersedia layanan gratis aktivasi kartu tanda penduduk (KTP), perizinan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat halal produk, cek kesehatan gratis hingga konsultasi hukum. Seluruhnya diperuntukkan bagi warga SH Terate maupun masyarakat umum.
Sehingga acara ini selain berdampak pada internal juga masyarakat luas, melalui penjualan produk maupun layanan gratis yang didukung para pihak terkait.
‘’Ekonomi bagian penting dari kehidupan ini, melalui kegiatan ini, kami berupaya mendorong peningkatan perekonomian warga kami maupun masyarakat. Warga SH Terate tidak hanya menguasai silat tapi juga berkembang ekonominya,” ungkap Ketua SH Terate Cabang Tuban Lamidi.
Dukungan Pusat
Turut hadir Ketua Dewan Pusat, H. Issoebijantoro, S.H. beserta anggota dan Ketua Umum Pusat, Drs. R. Moerdjoko H.W., didampingi Sekretaris Umum, Ir. Tono Suharyanto dan beserta pengurus lainnya.
Tidak hanya itu, juga hadir Perwakilan Pusat (Perwapus) wilayah Jawa Timur, Drs. Hendri Sugeng. Juga hadir Ketua Cabang Bojonegoro, Ketua Cabang Lamongan dan Ketua Cabang Rembang.
Ketua Umum Pusat, Drs. R Moerdjoko HW, menegaskan jika sudah menjadi warga SH Terate harus dapat merubah diri menjadi lebih baik. Sesuai dengan ajaran berbudi pekerti luhur tahu benar dan salah.
‘’Kalau merasa sudah menjadi satria harus bisa merubah watak dan bisa menjadi teladan di tengah Masyarakat. Kalau satria masih suka konvoi dan berteriak itu bukan satria tapi buto,” katanya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pusat, H Issoebijantoro S.H., menegaskan bahwa menjaga nama baik SH Terate adalah tanggungjawab bersama.
‘’Punya tanggungjawab moral dan harus menjaga martabat perguruan kita. Jaga martabat SH Terate, jaga martabat pimpinan SH Terate. Karena sukses tidaknya ketua cabang adalah karena dukungan dari saudara-saudara”, tandasnya. (yud/tok)
Editor : Muhammad Azlan Syah