Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Giliran SMP ICT di Tuban Diduga Tahan Ijazah Dua Siswanya

Yudha Satria Aditama • Selasa, 29 Agustus 2023 | 16:32 WIB
Photo
Photo

RADAR TUBAN – Kasus dugaan penahanan ijazah pelajar yang menunggak pembayaran sekolah masih terjadi di Tuban. Kali ini disinyalir menimpa dua siswi berinisial FI dan AN, lulusan SMP Insan Cendekia Tuban (ICT) pada 2022.

Kabarnya, tunggakan pembayaran salah satu siswa tersebut diperkirakan hampir Rp 10 juta. Kasus ini memperpanjang daftar kasus dugaan ‘’penyitaan’’ sertifikat kelulusan sekolah di Tuban.

Sebelumnya, kasus yang sama diindikasi terjadi di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) 3 Tuban.

Salah satu narasumber terpercaya kepada Jawa Pos Radar Tuban mengungkapkan, FI pelajar asal Kecamatan Palang diduga tak mampu melunasi karena kedua orang tuanya bercerai. Sedangkan AN pelajar Kecamatan Plumpang adalah anak dari keluarga tidak mampu.

Meski tak memiliki ijazah SMP, mereka tetap bisa mendaftar ke SMK Techno Preneurship Muslimah Tuban yang dinaungi yayasan yang sama dengan SMP ICT.

Setahun belajar di SMK Techno Preneurship Mutu, FI dan AN tak kuat menanggung biaya pendidikan yang tak murah. Keduanya pun mundur dari SMK swasta tersebut.

‘’Mereka terancam putus sekolah. Ijazah SMP-nya juga masih ditahan,’’ ujar narasumber yang keberatan namanya ditulis tersebut.

Sebulan setelah mundur, nasib kedua pelajar tersebut sampai saat ini masih menggantung.

Sumber mengungkapkan, keduanya berencana bekerja serabutan agar bisa menebus ijazah yang masih ditahan tersebut.

Jika sudah mampu melunasi, mereka berencana melanjutkan sekolah pada tahun berikutnya.

‘’Apa karena sekolah swasta bisa seenak sendiri?’’ tegas narasumber tersebut.

Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban melalui telepon, Kepala SMP ICT Muhammad Nasrul Adib mengaku tak paham persoalan penahanan ijazah tersebut. Apalagi penahanan ijazah sudah tahun lalu.

Dia mengatakan, sejumlah lulusannya belum mengambil ijazah dan tanpa diketahui alasannya.

‘’Dulu, kepala sekolahnya bukan saya. Kalau menurut orang tua yang bersangkutan (FI dan AN), kira-kira alasannya (ijazah di tahan) kenapa?’’ tutur dia yang akan menanyakan ke bagian administrasi.

Adib, sapaan akrabnya, menyampaikan, pihak sekolah sudah mengumumkan kepada orang tua siswa-siswi yang lulus bahwa ijazahnya sudah bisa diambil.

Dikonfirmasi terkait tunggakan pem bayaran siswa yang mengakibatkan ijazah ditahan, Adib enggan berkomentar. Dia justru menawarkan wartawan koran ini untuk datang ke sekolahnya.

‘’Panjenengan ke sekolah saja, saya tidak bisa menjawab karena ini persiapan ikut Tuban Specta Night Carnival,’’ ucapnya tanpa memberikan alasan. (yud/ds)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Tuban #penahanan ijazah #SMP ICT Tuban