Wisata Bromo Mulai Dibuka Hari Ini, Telanjur Beli Tiket Sebelum Terbakar? Tetap Bisa Digunakan
Dwi Setiyawan• Selasa, 19 September 2023 | 16:54 WIB
Pemandangan Gunung Bromo Sebelum Terbakar (Radar Tuban/ds-Wonderful Indonesia)
RADARTUBAN.COM-Setelah menuntaskan evaluasi pasca padamnya kebakaran hutan dan lahan di kawasan wisata Gunung Bromo, di Jawa Timur, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) tempat wisata tersebut kembali dibuka mulai Selasa (18/9) mulai pukul 00.01. Itu berlaku di semua pintu masuk.
Sebagaimana dirilis JawaPos.com, Kepala Bagian Tata Usaha TNBTS Septi Eka Wardhani mengatakan, pintu yang dibuka untuk wisatawan, yakni pintu masuk Coban Trisula Kabupaten Malang, Wonokitri Kabupaten Pasuruan, Cemorolawang Kabupaten Probolinggo, dan Senduro Kabupaten Lumajang.
BB TNBTS juga memberikan kesempatan kepada wisatawan yang telanjur membeli tiket ketika hutan dan lahan savananya terbakar, tetap bisa menggunakan tiketnya. Yakni, dengan cara melakukan perubahan jadwal.
Khusus wisatawan yang sudah membeli tiket jauh-jauh hari yang rencananya berkunjung pada 7-18 September, cukup melakukan perubahan jadwal.
Bagi pengunjung yang telah melakukan pembelian karcis melalui booking online pada 7 – 18 September 2023, dapat mengajukan reschedule melalui tautan https://bit.ly/reschedulebromo092023.
Seperti diberitakan sebelumnya, Septi Eka Wardhani menjelaskan, kawasan taman nasional tersebut baru dibuka setelah dalam kondisi aman dan tidak ada lagi titik api.
Seluruh area yang terbakar juga sudah padam dan dilakukan pendinginan.
Septi menerangkan, dalam proses pendinginan tersebut tim gabungan memastikan tidak ada bara api yang tersembunyi dan berpotensi kembali terbakar ketika tertiup angin.
"Kami diminta, 1-2 hari ini melakukan evaluasi. Yang paling penting, kondisi aman terlebih dahulu, setelah dipastikan benar-benar aman, akan kami buka," katanya.
Septi juga menyampaikan, personel BB TNBTS bersama paguyuban jip dan sejumlah komunitas pecinta alam telah melakukan pembersihan akses jalan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan tersebut.
"Mitra-mitra kami sudah melakukan kerja bakti dengan membersihkan bekas atau sisa kebakaran yang menghalangi jalan. Kemudian, jika ada lubang yang cukup dalam, itu ditutup. Itu salah satu persiapan yang kami lakukan," katanya.
Dengan demikian, setelah akses wisata kembali dibuka, BB TNBTS berharap para pelaku jasa wisata dan wisatawan bisa menggunakan jalur-jalur yang sudah ditentukan.
Khusus untuk area savana yang sebelumnya tidak boleh dilewati kendaraan, diharapkan tetap dijaga.
"Jadi nanti setelah dibuka kami berharap, di savana ini banyak jalur, jangan sampai jalur yang tadinya tidak dipakai untuk jip, kemudian dilintasi. Itu akan mengganggu pertumbuhan rumput yang sedang tumbuh saat ini," katanya.
Kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru terjadi sejak Rabu (6/9) akibat ulah pengunjung yang menggunakan flare atau suar untuk kepentingan pengambilan gambar. Sejak saat itu, akses wisata kawasan Bromo ditutup untuk wisatawan.
Akibat kebakaran tersebut, areal seluas 504 hektar dilaporkan mengalami kerusakan. Mayoritas area yang rusak merupakan kawasan savana.(ds)
Berikut Syarat Perubahan Jadwal yang Wajib Diketahui:
1. Pengajuan reschdeule hanya berlaku bagi calon pengunjung yang terdampak penutupan karena kebakaran kawasan.
2. Reschedule hanya berlaku bagi calon pengunjung yang akan berangkat pada tanggal 07 September s.d 18 September 2023.
3. Pengajuan reschedule maksimal h-2 dari tanggal sebelum berangkat.
4. Pengajuan tanggal reschedule tidak diperkenankan berbeda nominal pembayaran dengan yang sudah didaftarkan sebelumnya. hari kerja (senin - sabtu) tidak boleh memilih hari libur (minggu dan tanggal merah) begitu juga sebaliknya).
5. Bagi yang sudah melakukan reschedule silahkan melakukan cek hasilnya di laman https://bookingbromo.bromotenggersemeru.org/ dengan cara memasukkan kode booking lengkap dan nomor hp ketua kelompok pada kolom pencarian.
6. Bagi yang sudah disetujui tanggal reschedulenya maka tidak bisa melakukan pengajuan reschedule untuk yang kedua kalinya. (ds)