Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Disurvei, Kebiasaan Beli ponsel, Pilih Tunai dan Baru, Bukan Bekas

Dwi Setiyawan • Selasa, 19 September 2023 | 19:09 WIB
Ilustrasi - Sejumlah ponsel tertata rapih kios ponsel di sebuah pusat perbelajaan. ANTARA/Shutterstock/ds
Ilustrasi - Sejumlah ponsel tertata rapih kios ponsel di sebuah pusat perbelajaan. ANTARA/Shutterstock/ds


RADARTUBAN.COM-Populix mengungkap kebiasaan orang Indonesia ketika membeli ponsel. Salah satunya apakah membayar tunai atau kredit?


Dari hasil surveinya, sebagaimana dirilis ANTARA, responden cenderung memilih membayar tunai atau menggunakan kartu debit (90 persen). Selebihnya, menggunakan kartu kredit (5 persen) dan paylater (5 persen).

Dalam survei tersebut, mayoritas konsumen memilih membayar tunai karena dinilai lebih mudah, cepat, dan tanpa melibatkan administrasi yang rumit (69 persen). Alasan konsumen membayar tunai untuk menghindari utang disampaikan 69 persen dan mengincar promosi ketika membeli tunai atau menggunakan kartu debit 26 persen.

Survei tersebut juga mengungkap mayoritas konsumen mengganti ponsel kurang dari tiga tahun.

Terinci, sekitar 36 persen konsumen menjawab mengganti ponsel 1-2 tahun yang lalu.
Sementara 28 persen mengganti ponsel kurang dari setahun yang lalu.

Dua alasan utama yang mendasari keputusan konsumen mengganti ponsel lamanya karena tidak lagi mendukung sistem operasi terbaru dan kapasitas memori ponsel sudah penuh.
Konsumen yang menjawab mengganti ponsel dalam dua atau tiga tahun lalu sebanyak 22 persen.


Hanya sebagian kecil yang mengganti ponsel lebih dari tiga tahun lalu. Alasan mereka ganti ponsel karena gawai tidak lagi mendukung sistem operasi terbaru (38 persen), kapasitas memori penuh (33 persen), dan ingin punya ponsel berfitur terkini (14 persen).

‘’Alasan-alasan ini sejalan dengan faktor-faktor yang dipertimbangkan oleh responden saat membeli ponsel baru, seperti besaran RAM dan kapasitas memori yang ditawarkan," kata CEO dan salah seorang pendiri Populix, Timothy Astandu.

Survei itu juga menunjukkan 6 persen konsumen berganti ponsel karena merek favorit.
Membeli gawai baru dan ingin mengikuti perkembangan terkini (2 persen).

Hampir semua responden yang disurvei (95 persen) lebih suka membeli ponsel baru dibandingkan yang bekas (5 persen).

Dalam survei tersebut, konsumen mempertimbangkan kapasitas RAM (78 persen), memori (65 persen), harga terjangkau (60 persen), kapasitas baterai (56 persen), kualitas kamera (55 persen), merek terpercaya (52 persen), aplikasi bawaan (24 persen,) dan model terbaru (22 persen).

Ketika membeli gawai, mereka cenderung memilih datang langsung ke toko (70 persen). Alasannya lebih aman dan pertimbangan kepercayaan (82 persen), dapat mencoba langsung (74 persen), pembayaran lebih aman (35 persen), dan mendapat promo khusus (21 persen).

Bagi responden yang beli ponsel baru secara online, mereka beralasan karena diskon dan promosi khusus online (73 persen), lebih mudah membandingkan harga dari berbagai toko (67 persen) dan harga produk online lebih terjangkau (65 persen).

Responden juga memiliki banyak pertimbangan sebelum membeli ponsel di toko yang dipilih.
Antara lain, layanan perbaikan (66 persen), garansi penggantian jika barang rusak (63 persen), penawaran bonus seperti headset TWS atau fast charger (59 persen), diskon (50 persen), bonus aksesori (32 persen), dan bonus paket data (24 persen).(ds)

Editor : Kifani Amalija Putri
#Kebiasaan Beli Ponsel #besaran RAM dan kapasitas memori #tunai atau kredit #memilih membayar tunai #Alasan mereka ganti ponsel