Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Menteri ESDM: Gas Bumi Transisi Penerapan Energi Terbarukan

Dwi Setiyawan • Jumat, 22 September 2023 | 16:35 WIB
Photo
Photo

RADARTUBAN - Gas bumi bakal menjadi energi penghubung atau transisi penerapan energi terbarukan di Indonesia.

"Bagi Indonesia, selama transisi menuju net zero emission pada tahun 2060, minyak dan gas akan terus memainkan peran penting dalam mengamankan pasokan energi, khususnya di bidang transportasi dan pembangkit listrik. Gas akan digunakan untuk menjembatani 100 persen penerapan pembangkit energi terbarukan," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, Kamis (21/9).

Dia menyampaikan potret kondisi energi terkini di tanah air tersebut saat menjadi pembicara kunci dalam International Convention of Indonesian Upstream Oil and Gas (ICIUOG) 2023 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Kabupaten Badung, Bali.

Arifin mengungkapkan, tren masyarakat dunia saat ini condong ke arah penggunaan sumber energi yang lebih bersih dan terbarukan. Itu sesuai dengan skenario dengan yang dikeluarkan BP Energy Outlook.

Merujuk BP Energy Outlook, papar dia, total konsumsi akhir, termasuk minyak dan gas mencapai puncaknya pada pertengahan hingga akhir 2020-an dalam skenario accelerated dan net zero. Kemudian pada 2050, konsumsi energi final sekitar 15-30 persen di bawah tingkat 2019.

Sebaliknya, dalam skenario new momentum yang mencerminkan sistem energi dunia saat ini, total konsumsi akhir meningkat hingga sekitar 2040. 

Setelah itu konsumsi energi pada 2050 akan stagnan sekitar 10 persen di atas tingkat konsumsi energi pada 2019.

Dalam tiga skenario, yakni accelerated, net zero, dan new momentum, pemanfaatan minyak dan gas masih terjadi hingga 2050, meski penggunaannya menurun. 

Penurunan tersebut dipicu dari peningkatan efisiensi energi, peningkatan penggunaan listrik, dan dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan.

Saat ini, lanjut pria lulusan Institut Teknologi Bandung itu, pemerintah tengah menggalakkan penambahan wilayah kerja minyak migas baru setiap tahunnya. Hal itu untuk memenuhi kebutuhan migas dan mengamankan pasokan energi.

"Mulai tahun ini, pemerintah Indonesia tengah menggalakkan penambahan wilayah kerja migas baru setiap tahunnya. Investor dapat berpartisipasi melalui proses penawaran wilayah kerja yang dilakukan pemerintah atau bernegosiasi langsung dengan pemerintah," kata mantan duta besar Indonesia untuk Jepang itu.

Untuk memenuhi kebutuhan migas tersebut, kata Arifin, Indonesia fokus upaya eksplorasi cekungan migas. 

Apalagi, Indonesia masih menyimpan banyak cadangan migas yang belum dimanfaatkan. Dari 128 cekungan, 68 di antaranya masih belum dieksplorasi.

Kendati demikian, ucap Arifin, industri hulu migas harus menerapkan strategi penurunan emisi, termasuk penerapan teknologi energi bersih seperti carbon capture storage/carbon capture utilization and storage (CCS/CCUS).(ds)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#energi terbarukan #gas bumi