RADARTUBAN-Sebelum ditemukan meninggal bersimbah darah di kamarnya yang merupakan kompleks rumah dinas Kapolda Kalimantan Utara (Kaltara) Irjen Daniel Aditya Jaya, Brigadir Setyo Herlambang (sebelumnya ditulis berinisial H), bercerita kalau temannya tertembak dan meninggal dalam kontak senjata dengan KKB di Papuan.
Cerita tersebut disampaikan Brigadir Setyo Herlambang kepada ibunya dalam kontak terakhir sekitar tiga hari sebelum kejadian.
"Kalau komunikasi terakhir itu dengan ibunya sekitar tiga hari yang lalu. Dia cerita kalau temannya tertembak dan meninggal di Papua setelah kontak senjata dengan KKB. Waktu itu ibunya ya cuma pesan untuk selalu hati-hati dan jangan lupa salat," ujar Sutarto, ayah Setyo Herlambang, sebagaimana dilansir dari detik.com, Sabtu (23/9).
Sutarto mendapatkan kabar putranya tewas dari Dudu, mantan anggota DPRD Kendal.
"Ya saya sebagai orang tua hanya pasrah saja atas kematian anak kami yang nomor dua ini. Saya juga dapat kabar dari Pak Dudu yang mantan anggota DPRD Kendal. Dia (Dudu) cuma nyebutin meninggalnya karena kecelakaan kalau detailnya tidak dikasih tahu," imbuh Sutarto.
Saat ini keluarga tengah menunggu kedatangan jenazah bintara polisi tersebut.
Rencananya, jenazah Brigadir Setyo Herlambang dimakamkan di pemakaman umum desa setempat dengan upacara militer.
"Malam ini kami juga masih menunggu kedatangan jenasah anak saya, soalnya informasinya juga masih simpang siur waktu. Harapan saya dan ibunya ya lebih cepat datangnya kan lebih baik biar segera dimakamkan di pemakaman setempat," terangnya.
Brigadir Setyo Herlambang ditemukan meningga pada Jumat (22/9) siang di dalam kamar kompleks rumah dinas Kapolda Kaltara.
Di samping korban, ditemukan senjata api jenis HS-9 bernomor HS178837. Senjata api tersebut merupakan inventaris dinas.
"Hasil pemeriksaan awal tim Dokkes Polda Kaltara bahwa korban SH tidak ditemukan denyut nadi," ujar Kabid Humas Polda Kaltara Kombes Budi Rachmat.
Budi menjelaskan, siang itu, Setyo Herlambang baru kembali ke kamarnya di rumah dinas Kapolda Kaltara setelah salat Jumata.
Hasil olah TKP sementara diyakini korban saat itu seorang diri di dalam kamarnya.
"Diduga sementara hasil olah TKP itu kan yang bersangkutan kan itu di situ seorang diri, kemudian dia ada senjata tergeletak di situ. Pokoknya nanti untuk lebih lanjutnya menunggu hasil proses penyelidikan kemudian hasil visum, autopsi dari rumah sakit, saksi ahli. Dugaan awal akibat kelalaian senjata api," tuturnya.
Setelah diotopsi untuk kepentingan penyelidikan, jenazah pengawal pribadi Kapolda Kalimantan Utara (Kaltara) Inspektur Jenderal Polisi Daniel Aditya Jaya tersebut rencananya dipulangkan ke kampung halamannya di Desa Sumber Agung, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (23/9) hari ini.
Rencananya Brigadir Setyo Herlambang diangkut pesawat kargo melalui Bandara Juanda Sidoarjo. Selanjutnya, melalui perjalanan darat, jenazah dibawa ke Kendal. (ds)
Editor : Amin Fauzie