Legasi Ganjar Pranowo Selama Dua Periode Menjadi Gubernur
TUBAN, Radar Tuban – Provinsi Jawa Tengah semasa kepemimpinan Ganjar Pranowo barometer kerukunan antarumat beragama.
Tak heran, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalimantan Timur pernah melakukan studi tiru kehidupan kerukunan dan moderasi beragama di Jawa Tengah pada 21 Juni 2023 lalu. Saat itu ditemui langsung oleh Ganjar Pranowo.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur Hadi Mulyadi mengatakan, kehadirannya di Jawa Tengah untuk belajar secara langsung kepada Ganjar dalam mengelola perbedaan dan berbagai persoalan terkait keberagamaan agama.
‘’Kami menilai Pak Ganjar berhasil mengelola perbedaan dengan luar biasa,’’ katanya memberikan apresiasi atas kinerja Ganjar selama menjadi gubernur,
‘’dan Jawa Tengah adalah barometer nilai-nilai kerukunan umat beragama di Indonesia,’’ tambahnya.
Hadi pun membandingkan jumlah penduduk antara Jawa Tengah dan Kalimantan Timur. Di Jawa Tengah, kata dia, jumlah penduduknya mencapai 37 juta orang.
Sedangkan Kalimantan Timur hanya sekitar 3,7 juta orang. Artinya, jumlah penduduk Jawa Tengah sepuluh kali lipat dari Kalimantan Timur.
‘’(Dengan jumlah penduduk yang begitu banyak tersebut, Red) Pak Ganjar mampu mengelola keberagaman dengan sangat baik. Kalau bukan pemimpin yang tangguh, mungkin akan sulit (mengelola keberagaman dengan jumlah penduduk yang mencapai puluhan juta, Red),’’ ujarnya.
Potret keberhasilan Ganjar dalam merawat keberagaman agama itu tampak saat melakukan kunjungan kerja ke Vihara Mendut di Magelang pada 15 Agustus 2023.
Pria berambut putih itu disambut langsung oleh Bhante Pannavaro Mahathera. Dengan senyum ramah, Bhante menyambut kedatangan Ganjar seperti keluarga sendiri.
‘’Ini Pak, karyawan di Vihara Mendut, semuanya muslim. Sudah saya anggap seperti keluarga. Mereka pingin foto sama Pak Ganjar,’’ ucap Bhante kala itu.
Ganjar kemudian masuk ke area Vihara sambil menyalami warga sekitar.
Sepanjang perjalanan, Bhante bercerita banyak hal, utamanya terkait toleransi beragama di Magelang. Bhante lantas mengajak Ganjar masuk ke kediamannya.
Keduanya ngobrol berdua tentang sejarah Borobudur, perkembangannya serta banyak hal lain.
Dalam kesempatan itu, Ganjar mengatakan bahwa hubungannya dengan Bhante Pannavaro sudah berjalan baik sejak lama.
‘’Beliau banyak mengajarkan kita tentang toleransi. Bagaimana cara kita menjaga negara bersama-sama. Saya senang dapat buku beliau, isinya tentang ceramah dan persepsi beliau, tentang bagaimana kita memahami perbedaan,’’ paparnya.
Menurut Ganjar, kerukunan adalah istilah yang dipenuhi oleh muatan makna baik dan damai.
‘’Kerukunan antarumat beragama tidak mungkin akan lahir dari sikap fanatisme buta dan sikap tidak peduli atas hak keberagaman serta perasaan orang lain,’’ tegasnya.
Hary, salah watu warga Tuban yang mengidolakan Ganjar berharap agar mantan Gubernur Jawa Tengah itu menjadi Presiden Indonesia.
Dengan begitu, legasi keberhasilannya dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Jawa Tengah mampu tersebar di seluruh wilayah nusantara.
‘’Kerukunan antarumat beragama adalah kunci berbangsa dan bernegara,’’ katanya. (tok)
Editor : Kifani Amalija Putri