Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Efektif Turunkan AKI-AKB Melalui Program 5Ng

Ahmad Atho’illah • Kamis, 28 September 2023 | 13:30 WIB
EFEKTIF: Program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng yang dibuat Ganjar Pranowo terbukti mampu menurunkan angka kematian Ibu dan bayi serta stunting.
EFEKTIF: Program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng yang dibuat Ganjar Pranowo terbukti mampu menurunkan angka kematian Ibu dan bayi serta stunting.

TUBAN, Radar Tuban – Program 5Ng (Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng) atau dalam bahasa Indonesia “memantau orang hamil” yang digagas Ganjar Pranowo semasa menjadi Gubernur Jawa Tengah merupakan kegiatan sistematis dan terpadu untuk mengurangi angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).

Dengan program tersebut, semua ibu hamil perlu dipantau agar mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal, sehingga ibu selamat, dan bayi sehat.

Photo
Photo

Program 5Ng dilaksanakan dalam empat fase, yakni sebelum hamil, kehamilan, persalinan, dan nifas. Langkah tersebut sangat efektif dalam memantau ibu hamil. Berdasar hasil Long Form Sensus Penduduk 2020 Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat, AKB mengalami penurunan tajam hingga 91,13 persen dalam lima dekade terakhir.


‘’Hal ini karena program imunisasi yang dilakukan oleh pemerintah, imunisasinya lengkap serta peningkatan rata-rata lama pemberian ASI, utamanya ASI eksklusif, membuat bayi yang dilahirkan semakin mampu bertahan hidup lebih lama dibandingkan jika tidak mengonsumsi ASI eksklusif,’’ ujar Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Jateng Muh Saichudin.


Pun demikian dengan AKI. Jumlah AKI di Jateng berada di bawah AKI nasional, yakni 183. Angka tersebut selaras dengan penurunan yang ditargetkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), yakni 183/100 ribu Kelahiran Hidup.


‘’AKI tahun 2020 sudah mencapai 183. Sedangkan level nasional mencapai 189. Ini menurun jauh,’’ paparnya.


Sementara itu, Ganjar Pranowo mendukung aplikasi elektronik siap nikah dan hamil (Elmisil) yang digagas oleh BKKBN RI. Pasalnya, hal itu sejalan dengan program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng, yang salah satu tujuannya adalah pencegahan stunting.


‘’BKKBN mempunyai program bagus, tiga bulan sebelum mereka (pasangan) menikah diperiksa, wabil khusus calon pengantin putri. Pemeriksaan mencakup kadar hemoglobin, lingkar lengan, hingga tinggi badan, serta kesehatan secara menyeluruh dari calon pengantin putri,’’ kata Ganjar.


Sementara untuk calon pengantin putra, pemeriksaan melingkupi beberapa aspek kesehatan, salah satu yang jadi fokus adalah kebiasaan merokok.

‘’Yang merokok, kalau bisa berhenti merokoknya paling tidak tiga bulan, sehingga nanti pada saat berproses (reproduksi) mereka semuanya (sehat). Insha Allah bayinya akan sehat,’’ lanjutnya.


Ganjar berharap, dengan program tersebut pemerintah bisa melakukan lebih banyak intervensi guna pengendalian stunting. Termasuk, edukasi untuk tidak menikah di usia muda karena menurutnya ketidaksiapan mental calon pengantin menjadi salah satu faktor terjadinya stunting.


Fauzi, salah satu warga Tuban mengapresiasi keberhasilan Ganjar dalam menekan angka stunting, AKI, dan AKB di Jawa Tengah. Dia berharap, program yang berhasil dijalankan Ganjar selama dua periode menjadi Gubernur Jawa Tengah bisa disebarluaskan ke seluruh Indonesia.

‘’Semoga program yang sudah berjalan dengan baik ini bisa menasional,’’ harapannya. (wir/tok)

Editor : Kifani Amalija Putri
#Program 5Ng #AKB #AKI #jawa tengah #ganjar