RADARTUBAN-Sepekan terakhir, masyarakat di tanah air menggunjingkan karmin atau bahan pewarna alami yang biasa digunakan sebagai pewarna makanan dan kosmetik.
Karmin dibuat dari tubuh betina serangga Cochineal.
Seperti apa serangga tersebut diproses menjadi pewarna?
Dikutip dari Liputan6.com, serangga yang digunakan sebagai bahan pewarna tersebut bernama Cochineal atau Cochinilla (Dactylopius coccus). Pewarna alami ini diizinkan dalam regulasi makanan internasional.
Termasuk Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA).
Prosesnya, tubuh betina serangga Cochineal dikeringkan dan dihancurkan.
Dengan demikian, pewarna karmin yang digunakan dalam industri makanan tidak memiliki kandungan sisa-sisa serangga.
Pewarna ini mengandung senyawa yang disebut asam karminat yang memberikan warna merah cerah.
Umumnya, warna ini digunakan untuk memberi warna pada berbagai jenis makanan dan minuman, seperti permen, minuman ringan, yogurt, es krim, dan produk lainnya.
Di Indonesia, pewarna karmin lebih aman karena mayoritas konsumennya tidak memiliki reaksi alergi.
Seiring meningkatnya permintaan pewarna alami, beberapa produsen makanan mencari pengganti lain yang lebih ramah vegan atau vegetarian.(ds)